AS-Iran Kembali Saling Serang, Teheran Klaim Tutup Selat Hormuz dan Hantam Pangkalan Militer AS
Tak lama setelah serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Serangan balasan Iran menandai perluasan konflik yang sebelumnya juga menyasar negara-negara sekutu AS di kawasan. Target Iran termasuk Qatar, mediator perundingan gencatan senjata dengan AS dan belum pernah menjadi sasaran sejak April, serta Uni Emirat Arab (UEA), yang terakhir kali diserang pada Mei. Hingga kini, Centcom belum memberikan tanggapan atas laporan serangan terhadap pangkalan AS di Yordania.
Eskalasi terbaru itu meningkatkan ancaman terhadap kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani pada Juni lalu. Perjanjian tersebut bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan menjadi langkah awal menuju penghentian konflik secara permanen.
Perselisihan juga terjadi terkait status Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Iran mengatakan, jalur tersebut ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sebaliknya, AS menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka dan militernya siap memastikan arus pelayaran komersial tetap berlangsung.