AS-Iran Setop Perang, Giliran Kelompok Pro-Iran Gempur Fasilitas Minyak Saudi
"(Irak) Tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangga,” kata Perdana Menteri Irak, Ali Al Zaidi.
Pada Mei, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mencegat drone yang diluncurkan dari Irak, memicu kecaman Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Serangan itu juga memicu pertanyaan baru tentang kemampuan Irak dalam mengendalikan faksi-faksi bersenjata pro-Iran.
Di Yaman, kelompok Houthi mengumumkan sembilan pejuangnya tewas di tengah meningkatnya konfrontasi militer dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi.
Meski perang AS-Iran berhenti, konflik tersebut telanjur menyulut front-front baru yang bisa memperumit penyelesaikan damai.
Editor: Anton Suhartono