AS Jatuhkan Sanksi Baru bagi Iran, Incar Perusahaan Perkapalan dan Maskapai

Anton Suhartono ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 10:15 WIB
AS Jatuhkan Sanksi Baru bagi Iran, Incar Perusahaan Perkapalan dan Maskapai

Mike Pompeo (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui departemen keuangan dan departemen luar negeri, menjatuhkan sanksi terbaru terhadap Iran, Rabu (11/12/2019). Kali ini mengincar perusahaan transportasi.

Sanksi ini dijatuhkan untuk menambah tekanan terhadap Iran terkait program nuklir dan rudal balistiknya.

Presiden Donald Trump pada Mei 2018 menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang saat itu diteken pemerintahan Barack Obama. Sejak itu, AS menjatuhkan serangkaian sanksi ekonomi yang memukul perekonomian negara.

Perusahaan perkapalan milik pemerintah serta perusahaan yang berbasis di China masuk dalam daftar sanksi terbaru AS. Mereka dituduh terlibat dalam pengiriman komponen rudal ke Iran.

AS juga menambahkan sanksi baru untuk maskapai Iran, Mahan Air, atas tuduhan mengirim senjata Iran ke sekutu di Lebanon, Yaman, serta ke tiga agen.

Hukuman juga akan dikenakan terhadap perusahaan asing maupun pemerintahan yang melakukan kerja sama bisnis dengan entitas Iran yang masuk dalam daftar penerima sanksi, termasuk pembekuan aset apa pun yang mereka miliki di wilayah hukum AS.

"Sanksi ini untuk memberi tahu dunia bahwa mereka yang melakukan transaksi gelap dengan perusahaan-perusahaan ini akan menghadapi risiko akibat perbuatan mereka sendiri," kata Menlu Mike Pompeo, dikutip dari Associated Press, Kamis (12/12/2019).

Sementara itu juru bicara perwakilan Iran di PBB, Alireza Miryousefi, dalam cuitannya mengatakan, sanksi ini secara langsung menargetkan mata pencaharian rakyat Iran. Namun dia menegaskan rakyat Iran tidak akan takut dengan tekanan kekuatan asing.

"Ini merupakan bentuk lain dari #economicterrorism AS terhadap Iran yang tidak akan pernah tertipu oleh airmata buaya AS," ujarnya.

Ironisnya di saat bersamaan, Pompeo juga menyampaikan bahwa pertukaran tahanan antara AS dan Iran akhir dapat mengarah pada dialog kedua negara.

Dia menyebut, pembebasan mahasiswa Universitas Princeton, Xiyue Wang, dari penjara Teheran yang ditukar dengan pembebasan warga Iran di AS sebagai catatan bahagia yang bisa membuahkan kemajuan.

“Saya berharap pertukaran yang terjadi akan mengarah pada diskusi lebih luas tentang urusan kekonsuleran. Kami sedang berupaya menggunakan ini sebagai kesempatan untuk melanjutkan upaya itu," katanya.

Menurut Popmepo, pemerintah memiliki beberapa indikasi bahwa ada kemungkinan pembicaraan lanjutan akan terjadi, meski tak ingin melebih-lebihkan

"Jika kita dapat menemukan celah dan mengantarkan para tahanan kembali ke keluarga mereka dan kembali ke Amerika, kita pasti akan melakukan itu," ujarnya.

Pihak berwenang AS menyatakan Iran menahan seorang warga AS dan lima berkewarganegaraan ganda, AS-Iran. Mereka termasuk veteran Angkatan Laut Michael White yang menjalani hukuman 10 tahun atas tuduhan mata-mata, aktivis lingkungan Morad Tahbaz yang juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, serta pasangan ayah dan anak Siamak dan Baquer Namazi. Dalam kasus lain, mantan agen FBI Robert Levinson hilang selama 13 tahun lalu di Iran.

Sementara itu Iran mengungkap, pihak berwenang AS menahan sekitar 20 warganya. Pada Senin lalu, pemerintah menyatakan siap melakukan pertukaran tahanan dengan AS.

Editor : Anton Suhartono