AS Masih Tunggu Tanggapan Hamas soal Proposal Gencatan Senjata Gaza dari Joe Biden
WASHINGTON DC, iNews.id - Amerika Serikat (AS) masih menunggu tanggapan dari kelompok Hamas terhadap proposal gencatan senjata Israel yang diumumkan Presiden Joe Biden pada Jumat (31/5/2024) lalu. Hal itu disampailan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, Selasa (4/6/2024).
"Kami menunggu tanggapan dari Hamas melalui para mediator Qatar," kata Sullivan kepada wartawan.
Menurut dia, Direktur CIA Bill Burns akan mengunjungi Doha, ibu kota Qatar, untuk berkonsultasi dengan para mediator di sama mengenai proposal gencatan senjata di Gaza. Qatar selama ini telah melakukan mediasi di Gaza antara Israel dan Hamas.
Sementara Qatar pada Selasa kemarin mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan proposal gencatan senjata Israel kepada Hamas yang mencerminkan proposal tiga fase yang diajukan oleh Biden. Menurut Doha perjanjian tersebut sekarang lebih mendekati titik temu kedua belah pihak.
Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak dapat menyetujui kesepakatan apa pun kecuali Israel membuat komitmen yang jelas terhadap gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan zionis dari Gaza.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga berkeras bahwa tidak akan ada perdamaian permanen kecuali Hamas dilenyapkan.
Serangan Israel di Gaza sejak delapan bulan lalu telah menewaskan lebih dari 36.000 orang. Operasi militer zionis itu juga menyebabkan kelaparan yang meluas dan meratakan sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut.
Serangan Israel itu menyusul Operasi Banjir al-Aqsa yang dilancarkan Hamas terhadap Israel Selatan pada 7 Oktober 2023. Kala itu, Hamas berhasil menewaskan 1.200 orang Israel dan menawan 250 orang lainnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil