Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ultimatum Iran: Teken Kesepakatan atau Hancur Lebur!
Advertisement . Scroll to see content

AS Mulai Tarik Diplomat dari Timur Tengah, Khawatir Serangan Iran

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:23:00 WIB
AS Mulai Tarik Diplomat dari Timur Tengah, Khawatir Serangan Iran
Pemerintah Amerika Serikat mulai menarik diplomat serta anggota keluarga mereka dari sejumlah negara di Timur Tengah (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Kekhawatiran Washington tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran. Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Iran sedang mempersiapkan pembalasan yang lebih keras jika Washington kembali melancarkan serangan militer skala besar ke wilayahnya.

Di tengah situasi tersebut, Deplu AS pada Sabtu (24/10/2026) memperbarui peringatan perjalanan bagi warga Amerika yang hendak bepergian ke belasan negara di Teluk dan Timur Tengah. Negara-negara yang masuk dalam peringatan itu antara lain Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, dan Israel.

Washington menyebut meningkatnya ancaman dari Houthi dan dugaan rencana serangan Iran terhadap pejabat AS turut memengaruhi keputusan mengenai penyesuaian jumlah staf di sejumlah kantor diplomatik.

“Ancaman serangan Houthi dan rencana teror Iran yang menargetkan pejabat AS memengaruhi keputusan kami tentang penyesuaian staf untuk kedutaan yang berstatus Operasi Terbatas (Restricted Operations/RO) di wilayah tersebut,” kata seorang sumber pejabat AS.

Penyesuaian staf dan penarikan keluarga diplomat tersebut menjadi bagian dari langkah pengamanan Washington di tengah ketidakpastian situasi keamanan Timur Tengah. Namun, peringatan intelijen itu belum berarti serangan yang disebutkan telah terjadi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut