AS Sebut Penembakan oleh Tentara Saudi di Pangkalan AL Florida Aksi Terorisme

Anton Suhartono ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 07:34 WIB
AS Sebut Penembakan oleh Tentara Saudi di Pangkalan AL Florida Aksi Terorisme

Penembakan di pangkalan AL AS Florida leh tentara Saudi merupakan aksi terorisme (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) memulangkan 21 tentara Arab Saudi yang mengikuti sekolah militer. Ini merupakan buntut dari penembakan di pangkalan Angkatan Laut Pensacola, Florida, yang menewaskan tiga personel Angkatan Laut (AL) AS pada Desember 2019.

Departemen Kehakiman AS, Senin (13/1/2020), merilis hasil final penyelidikan penembakan yang dilakukan tentara Saudi Mohammed Saeed Alshamrani di Stasiun Udara AL Pensacola.

Baca Juga: Penembakan di Pangkalan AL Florida Tewaskan 3 Orang, AS Selidiki Motif Pelaku

Jaksa Agung Bill Barr mengatakan, penembakan pada 6 Desember itu merupakan aksi terorisme.

"Bukti menunjukkan bahwa penembakan ini dimotivasi oleh ideologi jihadis," katanya, dikutip dari AFP, Selasa (14/1/2020).

Disebutkan pula, Alshamrani merencanakan dan melakukan aksinya seorang diri. Namun Barr melanjutkan, penyelidik FBI tidak bisa membuka akses dua ponsel untuk mencari tahu siapa saja yang telah berkomunikasi dengan Alshamrani sebelum penembakan.

"Kami telah meminta bantuan Apple untuk membuka kunci iPhone pelaku. Sejauh ini Apple belum memberi kami bantuan substantif," kata Barr.

Dia menambahkan, 21 rekan Alshamrani dipulangkan dari sekolah penerbangan pascakejadian ini meskipun tak terlibat. Hasil penyelidikan mengungkap, banyak dari mereka yang memiliki materi ideologi jihadis.

Baca Juga: Trump dan MBS Bertekad Selidiki Bersama Penembakan di Pangkalan Laut Florida AS

Namun kasus ini tak sampai ke penuntutan pidana di AS. Barr menjelaskan, Saudi telah berkomitmen mengambil alih kasus ini dan menghukum yang bersalah.

"(Saudi) Menentukan bahwa materi ini menunjukkan perilaku tidak pantas seorang perwira di Angkatan Udara Kerajaan dan Angkatan Laut Kerajaan Saudi dan 21 personel telah diberhentikan dari pendidikan mereka," ujarnya.

Para personel itu kembali ke Saudi pada Senin malam waktu AS.

Alshamrani menembak mati tiga tentara AL AS dan melukai delapan lainnya di ruang kelas. Barr menggambarkan bahwa penembakan ini sudah direncanakan. Pelaku ditembak mati polisi Florida.

Dia pernah mengunggah pesan di media sosial pada 11 September 2019 yang menyebutkan bahwa hitung mundur telah dimulai serta ada beberapa pesan anti-AS dan anti-Israel.

Meski demikian, para siswa militer Saudi yang dipulangkan itu hanya sebagian kecil dari total yang mengikuti pendidikan di AS. Saat ini ada sekitar 850 tentara Saudi dari 5.000 personel militer asing yang menjalani pelatihan di AS.


Editor : Anton Suhartono