AS Sebut Wagner Dapatkan Senjata untuk Perang di Ukraina Lewat Mali
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) menuduh kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner Group berusaha mengaburkan upayanya mendapatkan senjata yang digunakan di Ukraina. Informasinya, Wargner berupaya mendapatkan perlengkapan militer melalui Mali.
"Ada indikasi Wagner berusaha membeli sistem militer dari pemasok asing dan mengirimkan senjata ini melalui Mali sebagai pihak ketiga,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, Senin (22/5/2023).
Dia menambahkan, Wagner bersedia menggunakan dokumen palsu untuk transaksi semacam itu. Meski demikian, Miller menambahkan, pihaknya belum melihat indikasi bahwa upaya ini telah diselesaikan atau dilaksanakan.
"Tetapi kami memantau situasinya dengan cermat," katanya.
Bos Wagner Disebut Ingin Bocorkan Info Pasukan Rusia ke Pihak Ukraina, Khianati Putin?
Miller mengatakan Washington telah menjatuhkan sanksi pada sejumlah orang dan entitas yang mendukung operasi militer Wagner. AS akan segera menambah sanksi tersebut.
Reuters tidak dapat segera menghubungi pemerintah Mali untuk memberikan komentar.
Wagner Rusia Tegaskan Tidak Ikut Perang dan Terlibat Politik di Sudan
Sebelumnya, tentara bayaran Wagner telah bertempur bersama pasukan reguler Rusia di Ukraina. Mereka juga terlibat dalam beberapa pertempuran paling sengit seperti di Bakhmut.
Negara-negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas aktivitas Wagner di Mali sejak akhir 2021. Di negara Afrika Barat itu, para pemimpinnya saati ni merebut kekuasaan dalam kudeta tahun 2021.
Tentara Wagner Rusia Kewalahan di Bakhmut, Minta Digantikan dengan Pasukan Chechnya
Rusia sebelumnya menyatakan, pasukannya di sana bukanlah tentara bayaran tetapi pelatih yang membantu pasukan lokal dengan peralatan yang dibeli dari Rusia.
Editor: Umaya Khusniah