AS Serang Iran Lagi, Bombardir Pulau di Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa sejumlah kombatan dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan itu seraya bersumpah akan membalasnya.
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan informasi awal mengindikasikan serangan tersebut dilakukan menggunakan drone.
Rincian lebih lanjut mengenai dampak serangan itu belum tersedia saat berita ini diturunkan.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengatakan seluruh ranjau telah disingkirkan dari Selat Hormuz, serta memperingatkan "kebijakan tanpa toleransi" terhadap pemasangan ranjau baru.
Dia mengatakan AS menggunakan teknologi "Space Force" (Pasukan Antariksa) untuk memantau wilayah tersebut dengan tingkat presisi sangat tinggi.
Sementara itu para pejabat Iran menegaskan tidak ada pihak lain selain militernya yang mengetahui lokasi ranjau-ranjau tersebut di jalur perairan strategis itu.
Belum dapat dipastikan apakah serangan terbaru ini merupakan operasi sekali jalan atau awal dari kampanye pengeboman baru yang berkelanjutan.
Editor: Anton Suhartono