Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Iran Diprediksi Selesai 30 April 2026, Ini Penjelasan Pengamat
Advertisement . Scroll to see content

AS Siapkan Serangan Darat ke Iran, tapi Khawatir Pasukan Dibom Drone dan Rudal

Rabu, 01 April 2026 - 06:16:00 WIB
AS Siapkan Serangan Darat ke Iran, tapi Khawatir Pasukan Dibom Drone dan Rudal
Amerika Serikat dilaporkan tengah menyiapkan serangan darat, namun muncul kekhawatiran soal brutalnya perlawanan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah menyiapkan opsi serangan darat ke Iran, namun di saat yang sama muncul kekhawatiran besar di kalangan militer soal ancaman mematikan di medan tempur. 

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) disebut mengantisipasi risiko pasukan mereka menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran, yang dinilai bisa membuat operasi jauh lebih berbahaya.

Selain serangan udara, militer AS juga mewaspadai potensi tembakan darat serta ranjau yang bisa menghambat pergerakan pasukan. Ancaman berlapis ini menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan pengerahan pasukan darat benar-benar diambil.

Suat kabar The Washington Post, mengutip beberapa sumber pejabat militer, melaporkan persiapan operasi darat ini menandai fase baru pertempuran yang berpotensi lebih berisiko dibandingkan sebulan pertama konflik, yang selama ini didominasi oleh serangan udara.

Pentagon disebut telah mengerahkan ribuan personel, termasuk Marinir, pasukan penerjun payung, dan tentara reguler ke kawasan Timur Tengah. Kedatangan kapal induk amfibi USS Tripoli juga menjadi sinyal keseriusan persiapan tersebut.

Meski demikian, beberapa pejabat keamanan AS menyebut rencana ini tidak akan sampai pada invasi skala penuh. Operasi darat kemungkinan hanya melibatkan pasukan elite dan infanteri konvensional dalam misi terbatas.

Sasaran operasi yang dibahas antara lain Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, serta wilayah pesisir dekat Selat Hormuz yang strategis bagi jalur energi global.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut