AS Uji Coba Rudal Penjelajah Baru Setelah Keluar dari INF, Ini Respons Rusia

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 15:40 WIB
AS Uji Coba Rudal Penjelajah Baru Setelah Keluar dari INF, Ini Respons Rusia

Foto AS menguji coba rudal jarak menengah setelah keluar dari INF. (FOTO: Scott Howe/DoD/AFP | US Department of Defense)

MOSKOW, iNews.id - Rusia menyatakan Amerika Serikat (AS) meningkatkan ketegangan militer dengan menguji coba rudal jarak menengah. AS menguji coba rudal penjelajah yang mampu mengenai target di udara dengan jarak lebih dari 500 kilometer pada Minggu (18/8/2019).

"Ini semua adalah penyebab penyesalan. AS jelas telah mengambil langkah menuju peningkatan ketegangan militer. Kami tidak akan bereaksi terhadap provokasi," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, kepada kantor berita negara TASS, Selasa (20/8/2019).

AS mengumumkan pada Senin (19/8/2019) bahwa mereka menguji coba jenis rudal yang yang dilarang di bawah perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987 dengan Uni Soviet.

Rudal diluncurkan dari Pulau San Nicolas yang dikontrol Angkatan Laut AS di lepas pantai California.

Peluncuran rudal itu menjadi pertanda bahwa AS meningkatkan kemampuannya setelah berakhirnya INF pada 2 Agustus.

Banyak yang khawatir terkait akhir dari INF ini, yang menurut AS telah dilanggar oleh Rusia selama beberapa tahun terakhir. Banyak pihak khawatir berakhirnya INF akan mengarah pada perlombaan senjata nuklir yang baru dan berbahaya.

"Kami tidak akan membiarkan diri kami terlibat dalam perlombaan senjata yang memakan biaya mahal," kata Ryabkov.

Rusia, kata dia, akan mempertahankan moratorium sepihak pada sistem rudal semacam itu.

"Selama AS tidak menyebarkannya di mana pun di dunia," tandasnya.

INF melarang semua rudal berbasis darat, konvensional, dan nuklir, yang dapat melakukan perjalanan antara 500 hingga 5.500 kilometer (310 dan 3.400 mil).

Peluncuran rudal jenis itu dilarang dengan tujuan menghapuskan kelas senjata nuklir yang paling mengancam Eropa.

Rudal yang diuji pada Minggu merupakan versi lain dari Tomahawk yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Tomahawk versi darat dihapus setelah INF disahkan pada 1987 antara Presiden Ronald Reagan dan Pemimpin Rusia Mikhail Gorbachev.

Ryabkov menambahkan, uji coba terbaru AS menunjukkan bahwa negara pimpinan Donald Trump itu telah mengembangkan rudal tersebut dalam waktu yang lama sebelum menarik diri dari INF. Uji coba itu dilakukan lebih dari dua pekan setelah AS mundur dari INF.

Editor : Nathania Riris Michico