Atlet Renangnya Ditolak di Malaysia, Begini Tanggapan Israel

Anton Suhartono ยท Jumat, 18 Januari 2019 - 10:50 WIB
Atlet Renangnya Ditolak di Malaysia, Begini Tanggapan Israel

(Foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Pemerintah Israel bersikap atas penolakan terhadap atletnya yang berlaga di ajang olahraga penyandang cacat internasional di Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebelumnya menolak semua warga Israel untuk ikut dalam berbagai kegiatan di Malaysia, termasuk olahraga. Keputusan ini menunjukkan sikap tegas Malaysia atas penjajahan dan pendudukan Palestina oleh Israel.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah Rabu (16/1/2019) mengatakan, negaranya tetap konsisten dengan sikapnya yang kuat atas rakyat Palestina.

Malaysia menolak atlet renang World Para Swimming Championship Israel berlaga di ajang yang akan digelar pada mulai Juli mendatang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan, keputusan tersebut memalukan dan bertentangan dengan semangat Olimpiade.

"Ini memalukan dan benar-benar bertentangan dengan semangat Olimpiade. Israel mengecam keputusan yang tidak diragukan lagi terinspirasi dari kefanatikan PM Malaysia Mahathir atas sikap anti-semitnya ini," kata Nahshon, dikutip dari Reuters, Jumat (18/1/2019).

Dia pun mendesak Komite Paralimpiade Internasional (IPC) untuk mengubah lokasi penyelenggaraan acara jika mereka gagal membujuk Malaysia membatalkan keputusannya itu.

Para perenang dari 70 negara ambil bagian dalam World Para Swimming Championship di Sarawak, Malaysia, yang digelar pada 29 Juli sampai 4 Agustus 2018. Ajang ini sekaligus menjadi seleksi menuju Paralimpiade Tokyo 2020.

Sementara itu dalam pernyataan IPC mengungkapkan kecewaaannya atas sikap Pemerintah Malaysia. Dewan pengurus IPC akan membahas masalah ini dalam pertemuan di London, Inggris, pekan depan.

Mahathir dikenal dengan sikap tegasnya terhadap Yahudi serta mengecam penjajahan dan pendudukan Israel atas Palestina. Mahathir menyebut Yahudi sebagai sebagai biang kerok yang menyebabkan konflik di Timur Tengah.

Malaysia bukan satu-satunya yang menolak atlet Israel. Sebelumnya ada beberapa negara yang melakukan langkah serupa, termasuk di Arab. Atlet Israel biasanya menyiasati kondisi ini dengan tidak menggunakan simbol nasional saat berlaga, mereka berkompetisi di bawah bendera federasi olahraga yang mengadakan acara tersebut.

Namun pada tahun lalu, atlet Israel untuk pertama kalinya bisa berpartisipasi dalam kompetisi judo di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, di bawah bendera negara. Menteri Olahraga Miri Regev sampai menangis di samping podium ketika lagu kebangsaan Israel dilantunkan karena atletnya merebut medali emas.

Editor : Anton Suhartono