Australia Catat Angka Kematian Terburuk selama Pandemi Covid-19

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 12:15 WIB
Australia Catat Angka Kematian Terburuk selama Pandemi Covid-19

Tentara dan polisi berpatroli di kota Melbourne, negara bagian Victoria (foto: AFP)

MELBOURNE, iNews.id - Australia mengalami hari terburuk sepanjang pandemi Covid-19. Dalam sehari kasus infeksi serta kematian di negara tersebut mencatat angka tertinggi.

Berdasarkan data yang dikutip dari AFP, Rabu (5/8/2020) pagi WIB, Australia mencatat angka kematian baru akibat Covid-19 sebanyak 15 kasus dalam 24 jam terakhir. Sedangkan penambahan kasus baru sebanyak 111 kasus.

Angka kematian dan kasus infeksi baru harian tersebut jadi yang terbanyak dalam kurun waktu sebulan terakhir. Sebelumnya, pada pekan terakhir Juli kemarin Australia pernah mencatat 10 kematian akibat Covid-19 dalam sehari.

Dari 15 kematian baru di Australia, 13 diantaranya berasal dari negara bagian Victoria. Kepala Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, mengatakan satu orang meninggal dunia berusia 30 tahunan serta 12 lainnya meninggal di fasilitas perawatan lansia.

Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria, mencatat jumlah infeksi tertinggi dalam sepekan terakhir yakni 725 kasus. Situasi ini memaksa otoritas setempat memberlakukan kebijakan pengetatan aktivitas warga. Selain penerapan jam malam, pemerintah kota Melbourne juga menyiagakan ratusan tentara guna mendisiplinkan warga mematuhi peraturan.

Selain tingginya angka infeksi baru, Victoria juga menghadapi krisis fasilitas penanganan medis Covid-19 akibat keterbatasan ruang di sejumlah rumah sakit. Oleh karena itu, otoritas kesehatan memutuskan untuk menunda operasi atau perawatan yang tidak terlalu penting agar tenagas medis bisa fokus ke pasien Covid-19.

"Orang yang mengalami sakit parah harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin," kata Daniel.

"Ini merupakan keputusan yang amat disesalkan tetapi sangat penting guna menjaga tersedianya kapasitas sistem kesehatan kami," ujarnya.

Sejauh ini, Australia mencatatkan angka infeksi sebanyak 18.729 dengan jumlah kematian 236 dan 10.790 pasien dinyatakan sembuh.

Gelombang kedua Covid-19 menghantam negeri Kanguru setelah beberapa negara bagian melonggarkan aturan lockdown pada Juli lalu setelah sebelumnya tidak menunjukkan kenaikan angka kasus baru dalam kurun waktu 30 hari.

Editor : Arif Budiwinarto