Azerbaijan Akan Serang Armenia Jika Rusak Jaringan Pipa Gas dan Minyak

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:23:00 WIB
Azerbaijan Akan Serang Armenia Jika Rusak Jaringan Pipa Gas dan Minyak
Perang antara Azerbaijan-Armenia di wilayah perbatasan kembali pecah. Beberapa warga sipil dilaporkan jadi korban tewas. (foto: Middle east Institute)

BAKU, iNews.id - Azerbaijan memperingatkan Armenia akan memberikan respons keras jika berusaha merusak jaringan pipa gas di wilayah Kaukasus.

"Armenia mencoba menyerang dan mengontrol jaringan pipa kami," kata Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev dikutip dari Reuters, Kamis (15/10/2020).

"Jika Armenia mencoba mengontrol jaringan pipa di sana, saya dapat katakan bahwa hasilnya akan parah bagi mereka," tegasnya.

Ketegangan Azerbaijan dan Armenia terus meningkat meskipun ada kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan sejak Sabtu pekan lalu.

Azerbaijan menuduh pasukan separatis Armenia berusaha menyerang jarigan pipa minyak dan gas Azerbaijan. Namun, tuduhan tersebut dibantah Armenia dengan mengatakan mengatakan pasukan Azerbaijan mencoba mengontrol Nagorno-Karabakh.

Rusia dengan tegas mendorong kedua negara mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi di Nagorno-Karabakh. Akan tetapi, Rusia juga terlibat saling tuduh dengan Turki dalam konflik yang menewaskan lebih dari 600 orang sejak 27 September lalu. Mayoritas korban adalah personel militer Nagorno-Karabakh.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan pada Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa Ankara ingin solusi permanen untuk permasalahan di Nagorno-Karabakh.

Putin mengungkapkan kekhawatirannya dengan keterlibatan pejuang Suriah yang dikerahkan oleh Turki dalam konflik Nagorno-Karabakh. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Erdogan.

Pemerintah Azerbaijan menaruh perhatian pada potensi Turki dan Rusia terserat ke dalam konflik Nagorno-Karabakh yang terjadi di dekat jaringan pipa yang membawa gas dan minyak bumi ke pasar internasional.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan menggambarkan situasi dalam konflik itu sangat keras. Menurut dia, Azerbaijan dan Turki tidak ingin menghentikan agresinya.

Editor : Arif Budiwinarto