Bahrain dan Israel Normalisasi Hubungan, Palestina Sebut seperti Menusuk dari Belakang

Anton Suhartono ยท Sabtu, 12 September 2020 - 04:14 WIB
Bahrain dan Israel Normalisasi Hubungan, Palestina Sebut seperti Menusuk dari Belakang

Palestina mengecam langkah Bahrain yang menormalisasi hubungan dengan Israel (Foto: AFP)

TEPI BARAT, iNews.id - Pemerintah otoritas Palestina dan gerakan perlawanan Islam Hamas kompak mengecam kesepakatan normalisasi hubungan antara Bahrain dengan Israel, Jumat (11/9/2020).

Mereka menilai langkah yang dilakukan Bahrain, termasuk pula negara Arab lain yang menormalisasi hubungan dengan Israel, seperti menikam dari belakang.

"Tusukan di belakang perjuangan bangsa dan rakyat Palestina," kata Menteri Sosial Palestina, Ahmad Majdalani, dikutip dari AFP, Sabtu (12/9/2020).

Sementara itu faksi perlawanan yang berbasis di Jalur Gaza, Hamas, menyatakan, langkah Bahrain itu merupakan bentuk agresi yang menimbulkan dampak serius terhadap perjuangan Palestina.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pengumuman normalisasi hubungan Bahrain dengan Israel.

Bahrain menjadi negara Arab kedua setelah Uni Emirat yang mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel dalam sebulan terakhir.

Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Trump berbicara pada Jumat pagi sebelum mengumumkan kabar tersebut.

Setelah itu Trump merayakannya di Gedung Putih, Washington DC, dengan menyebutnya sebagai hari yang benar-benar bersejarah.

Bahrain setuju untuk menandatangani kesepakatan damai dengan Israel pada 15 September mendatang di Gedung Putih, di mana UEA juga akan meneken kesepakatan yang sama.

Negara tersebut mengikuti jejak UEA yang lebih dulu mengumumkan perdamaian dengan Israel yakni pada 13 Agustus lalu. Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan Israel, selain Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Editor : Anton Suhartono