Balas Dendam, Rusia Usir Diplomat AS yang Bekerja di Moskow Lebih dari 3 Tahun
MOSKOW, iNews.id - Rusia mengusir staf Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Moskow untuk meninggalkan negara itu mulai 31 Januari 2022. Keputusan ini diambil sebagai pembalasan atas penerapan batas usia kerja terhadap diplomat Rusia di Washington DC.
Para staf yang diminta meninggalkan Rusia tersebut sudah bekerja di Moskow selama lebih dari 3 tahun.
"Kami bermaksud merespons dengan cara yang sama. Para staf Kedutaan Besar AS yang telah berada di Moskow selama lebih dari 3 tahun harus meninggalkan Rusia pada 31 Januari," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova, dikutip dari kantor berita RIA Novosti, seperti dilaporkan kembali Reuters, Kamis (2/12/2021).
Disebutkan, aturan baru AS berarti diplomat Rusia yang dipaksa meninggalkan Negeri Paman Sam juga dilarang bekerja sebagai diplomat di negara yang sama selama 3 tahun kemudian.
Menlu Rusia dan Menlu AS Bakal Bertemu Besok, Bahas Konflik Ukraina
Langkah yang terjadi saat memanasnya hubungan kedua negara ini diambil setelah Duta Besar Rusia untuk AS pekan lalu mengatakan, 27 diplomatnya beserta anggota keluarga diusir mulai 30 Januari 2022.
Namun Departemen Luar Negeri (Deplu) AS membantah istilah pengusiran, melainkan para diplomat itu telah melebihi batas waktu 3 tahun.
AS Ingatkan Rusia: Setiap Agresi Baru terhadap Ukraina Akan Berakibat Serius!
"Sebelum 1 Juli tahun depan, kecuali Washington mengesampingkan aturan 3 tahun dan berkompromi, akan lebih banyak staf (AS) (di Rusia) akan pergi dengan jumlah yang sepadan dengan warga Rusia yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri," ujar Zakharova.
Erdogan Siap Mediasi Konflik Rusia dan Ukraina: Insya Allah Kami Akan Ambil Bagian
Sementara itu seorang juru bicara Deplu AS mengatakan, pihaknya sudah memberitahu kebijakan baru ini kepada Rusia lebih dari setahun lalu. Diplomat Negeri Beruang Merah hanya diizinkan tinggal selama 3 tahun dan bisa diganti diplomat lain.
"Saya ingin memperjelas, ini bukan pengusiran," kata juru bicara itu, seraya menambahkan, perubahan aturan dibuat agar Rusia merotasi diplomatnya dengan frekuensi yang sama dengan Kedubes AS di Moskow.
Editor: Anton Suhartono