Balas Mahathir, Israel Larang Pejabat Malaysia Masuk Palestina

Nathania Riris Michico · Selasa, 03 Desember 2019 - 11:40 WIB
Balas Mahathir, Israel Larang Pejabat Malaysia Masuk Palestina

Ilustrasi bendera Palestina. (FOTO: AFP Photo/Abbas Momani)

YERUSALEM, iNews.id - Pemerintah Israel menolak memberi izin bagi para pejabat Malaysia untuk masuk ke Ramallah, Palestina. Tindakan Israel ini dianggap sebagai pembalasan atas pernyataan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad yang dianggap anti-Semit.

Sebagai gantinya, Malaysia akhirnya membuka "Kedutaan Besar untuk Palestina" di Amman, Yordania.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, para pejabat Malaysia tidak akan diizinkan mengunjungi kantor Otoritas Palestina di Tepi Barat.

"Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memimpin kebijakan anti-Israel dan anti-Semit ekstremis, termasuk melarang delegasi atletik Israel memasuki negaranya," pernyataan kementerian tersebut, seperti dilaporkan The Jerusalem Post, Selasa (3/12/2019).

"Tidak mengizinkan warga negara Malaysia masuk ke Israel, dan mendeklarasikan permusuhan dengan nada anti-Semit," lanjut kementerian tersebut.

"Perilaku seperti itu tidak memungkinkan adanya pijakan (warga) Malaysia di wilayah Israel."

Mahathir Mohamad pernah menyebut orang-orang Yahudi "berhidung bengkok" dan mengatakan bahwa orang-orang Yahudi memerintah dunia ini dengan kuasa. Mereka membuat orang lain bertarung dan mati untuk mereka.

"Orang-orang Yahudi melakukan banyak hal yang salah," kata perdana menteri Malaysia yang berusia 93 tahun itu, pada Juni di Universitas Cambridge.

Saat itu, dia mengatakan bahwa pihaknya akan menyerang Israel jika bisa.

Mahathir mengaku tidak masalah diberi label anti-Semit dan dalam acara pada September di Universitas Columbia di New York. Dia juga mempertanyakan mengapa orang berpikir masalah baginya untuk mengkritik orang Yahudi.

Pada Januari, Paralimpiade dipindahkan dari Malaysia setelah negara itu menolak untuk mengizinkan atlet Israel berkompetisi.

Larangan masuk yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Israel tidak berlaku untuk wisatawan Malaysia.

Editor : Nathania Riris Michico