Tolak Atlet Israel, Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Laga Renang Dunia

Nathania Riris Michico ยท Senin, 28 Januari 2019 - 09:52 WIB
Tolak Atlet Israel, Malaysia Batal Jadi Tuan Rumah Laga Renang Dunia

Delegasu dan atlet Olimpiade dari Israel. (Foto: SAEED KHAN/AFP/Getty Images)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Komite Paralimpiade Internasional (IPC) mencabut hak Malaysia untuk menjadi tuan rumah kejuaraan World Para Swimming Championship. Alasannya, negara itu menolak atlet dan delegasi Israel untuk berpartisipasi.

Kejuaraan yang menjadi ajang kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo itu awalnya akan digelar di Kuching, Sarawak, pada 29 Juli hingga 4 Agustus 2019.

IPC menyatakan tempat baru akan dicari untuk tanggal yang sama, meskipun mungkin ada beberapa fleksibilitas mengingat keadaan.

"Semua Kejuaraan Dunia harus terbuka bagi semua atlet dan negara yang memenuhi syarat untuk bersaing dengan aman dan bebas dari diskriminasi," kata presiden IPC Andrew Parsons, dalam sebuah pernyataan, setelah pertemuan dewan pengurus IPC di London, seperti dilaporkan Reuters, Senin (28/1/2019).

"Ketika negara tuan rumah mengecualikan atlet dari negara tertentu, karena alasan politik, maka kami sama sekali tidak memiliki alternatif selain mencari tuan rumah kejuaraan baru," lanjut dia.

Malaysia—negara mayoritas Muslim yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel— sebelumnya mengumumkan melarang warga Israel ikut serta dalam acara apa pun yang diadakan di negara itu.

Larangan itu muncul setelah Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyatakan warga Israel tidak diterima di Malaysia.

"Kami merasa bahwa mereka melakukan banyak hal yang salah, tetapi lolos dengan itu karena tidak ada yang berani mengatakan apa-apa terhadap mereka," kata Mahathir, selama kunjungannya ke London.

Israel mengecam larangan oleh Malaysia sebagai sikap memalukan. Menurut Israel, keputusan itu diilhami oleh sikap anti-Semitisme yang fanatik dari Mahathir.

Mahathir (93) selama beberapa dekade dituduh anti-Semitisme karena serangannya terhadap orang-orang Yahudi.

Dalam wawancara dengan BBC pada Oktober lalu, dia menggambarkan orang-orang Yahudi "berhidung bengkok" dan menyalahkan mereka atas masalah di Timur Tengah.

Mahathir membela pernyataannya dengan mengatakan itu adalah haknya untuk mengatakan sesuatu tentang tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Sebelum haknya dicabut, Malaysia harusnya menjadi tuan rumah untuk sekitar 600 perenang dari 60 negara yang akan berlaga di Sarawak. Lebih dari 160 gelar akan diperebutkan.

IPC menyebut semua tuan rumah pengganti potensial diminta untuk menyatakan minatnya pada 11 Februari.

"Gerakan Paralimpiade sudah, dan selalu akan, termotivasi oleh keinginan untuk mendorong inklusi, bukan pengecualian," kata Parsons.

"Terlepas dari negara-negara yang terlibat dalam masalah ini, IPC akan mengambil keputusan yang sama lagi jika menghadapi situasi serupa yang melibatkan berbagai negara," imbuh dia.

Dia mengatakan, ketika Malaysia dianugerahi menjadi tuan rumah kejuaraan pada 2017, IPC diberi jaminan bahwa semua atlet dan negara yang memenuhi syarat akan diizinkan untuk berpartisipasi dengan keselamatan mereka yang terjamin.

"Sejak itu, terjadi perubahan kepemimpinan politik dan pemerintah baru Malaysia memiliki gagasan yang berbeda," kata Parsons.

"Politik dan olahraga tidak pernah menjadi hal campuran yang baik dan kami kecewa bahwa atlet Israel tidak akan diizinkan bertanding di Malaysia."

Editor : Nathania Riris Michico