Banjir Bandang dan Longsor Kubur Puluhan Rumah di India, 15 Orang Tewas 56 Masih Hilang

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:23:00 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Kubur Puluhan Rumah di India, 15 Orang Tewas 56 Masih Hilang
Banjir bandang dan longsor di India menyebabkan puluhan rumah terkubur. Sebanyak 15 orang dinyatakan tewas serta puluhan lainnya masih hilang (foto: BBC/Georgey Mathews)

IDUKKI, iNews.id - Hujan lebat memicu banjir bandang dan tanah longsor di negara bagian Kerala, India pada Jumat (7/8/2020) malam waktu setempat. Belasan orang jadi korban, serta puluhan rumah terkubur tanah.

Pejabat setempat mengatakan jumlah korban tewas yang sudah terindentifikasi sebanyak 15 orang. Jumlahnya masih mungkin bertambah sebab puluhan orang masih terjebak di bawah puing-puing rumah mereka yang hancur diterpa banjir bandang.

Sementara itu, tanah longsor menimbun rumah-rumah di pemukiman para pekerja perkebunan teh di daerah Rajamlai, sekitar 25 kilometer dari kota pariwisata, Munnar.

Laporan media lokal menyebutkan sebanyak 20 rumah terkubur di bawah longsoran tanah. Belum diketahui berapa korban jiwa dalam musibah tersebut. Upaya penyelamatan terhambat oleh hujan lebat, kondisi berkabut dan kekhawatiran akan longsor lebih besar lagi.

Kepala Negara Bagian Kerala, Pinaryo Vijayan, mengatakan Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) akan segera bergabung dengan petugas penyelamat yang berjuang menemukan korban.

Wilayah tersebut sempat terputus total setelah jembatan yang menghubungkan terputus diterjang banjir bandang. Namun, jembatan tersebut telah dipulihkan sehingga lebih banyak petugas penyelamat yang bisa masuk.

"Sejauh ini, 15 mayat telah ditemukan, dan 56 lainnya dinyatakan masih hilang," kata anggota parlemen yang mewakili Negara Bagian Kerala, Dean Kuriakose, dikutip dari BBC, Sabtu (8/8/2020).

"Petugas penyelamat sebelumnya telah memindahkan tujuh orang yang terluka akibat tanah longsor ke rumah sakit. Kami khawatir 56 orang lainnya yang terperangkap di bawah rereuntuhan akan tewas," lanjutnya.

Musibah tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan setahun longsor di Desa Malappuram yang merenggut 50 nyawa saat banjir besar tahun lalu.

Kerala juga pernah mengalami musibah serupa pada Agustus 2018. Saat itu, banjir bandang menghanyutkan ribuah rumah dan lebih dari 400 orang tewas.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang terjadi di negara bagian Kerala melalui kicauan di akun twitter-nya.

Departemen Meteorologi India (IMD) telah mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah Idukki, memperkirakan curah hujan yang sangat lebat lebih dari 20 cm.

Editor : Arif Budiwinarto