Bank Korea Ungkap Banyak Uang Kertas Terbakar di Microwave saat Dipanaskan untuk Bunuh Virus

Anton Suhartono ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 11:38 WIB
Bank Korea Ungkap Banyak Uang Kertas Terbakar di Microwave saat Dipanaskan untuk Bunuh Virus

Bank sentral Korea mengungkap uang yang terbakar akibat dipanaskan warga di microwave pada 6 bulan pertama 2020 mencapai miliaran won (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Penukaran uang kertas ke bank sentral Korea Selatan melonjak tiga kali lipat pada 6 bulan terakhir dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Alasan terbanyak warga menukarkan uang kertas mereka karena terbakar atau hancur terkena air.

Sejak wabah virus corona, warga Korsel berupaya membersihkan uang mereka dengan memanaskan di microwave atau mencuci di mesin. Namun banyak dari upaya itu yang gagal, yakni uang terbakar atau hancur digulung mesin cuci.

Seorang pejabat Bank of Korea mengatakan, jumlah uang yang ditukar ke bank antara Januari dan Juni 2020 bertambah menjadi 1,32 miliar won atau sekitar Rp16,2 miliar, dibandingkan 480 juta won pada periode yang sama 2019.

"Sebagian besar uang pecahan terbakar dalam oven microwave pada paruh pertama tahun ini," kata pejabat itu, dikutip dari Reuters, Minggu (2/8/2020).

Berdasarkan pernyataan bank sentral, selain menggunakan microwave, warga juga memasukkannya ke mesin cuci.

Bank menceritakan, seseorang warga bermarga Um datang untuk menukar uang kertas 35,5 juta won yang rusak setelah dimasukkan ke mesin cuci.

Namun setelah petugas bank menyeleksi uang tersebut, Um hanya bisa mendapat 22,9 juta won atau kehilangan 35 persen dari hartanya. Sisa uang itu tak memnuhi syarat untuk ditukar. Uang itu merupakan sumbangan untuk biaya pemakaman anggota keluarga.

Kasus lain melibatkan warga bermarga Kim. Dia menaruh uang kertas 5,2 juta won dalam microwave untuk disterilkan dari virus corona. Lagi-lagi, Kim tak bisa mendapatkan kembali semua uangya karena ada sebagian kecil yang hancur total.

Sepanjang paruh pertama 2020, bank mengancurkan total uang kertas dan koin senilai 2,69 triliun won untuk berbagai alasan. Sementara uang yang ditukar mencapai 6,5 miliar won.

Editor : Anton Suhartono