Bayi Orangutan di Kebun Binatang Jerman Mati, Aktivis Duga akibat Virus Corona

Anton Suhartono ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 11:46 WIB
Bayi Orangutan di Kebun Binatang Jerman Mati, Aktivis Duga akibat Virus Corona

Rima dipeluk induknya, Pini (Foto: Daily Mail)

BERLIN, iNews.id - Seekor bayi orangutan berusia 9 bulan koleksi Kebun Binatang Leipzig, Jerman, mati pada April. Anehnya, pengelola tak bisa menyebutkan penyebab kematian bayi bernama Rima itu saat mengumumkannya pekan lalu.

Organisasi pemerhati satwa, People for Ethical Treatment of Animals (PETA), mendesak digelarnya penyelidikan karena kekhawatiran Rima terinfeksi virus corona.

"Bahaya kera yang terinfeksi SARS-CoV-2 sangat mungkin terjadi,” kata aktivis PETA Jerman, Yvonne Wurz, dikutip dari The Sun, Rabu (20/5/2020).

Dia menambahkan, sebagai hewan kerabat dekat manusia, kera rentan terhadap patogen yang menyebabkan penyakit pernapasan.

Penjaga Kebun Binatang Leipzig Daniel Geibler mengatakan, Rima mengalami sakit parah pada April.

"Dia sakit parah sampai mati,” ujarnya.

Geibler menambahkan dokter hewan sudah berupaya maksimal dengan mengunjungi Rima setiap hari untuk menyelamatkan nyawanya, tapi gagal.

Induknya, Pini, sempat menyimpang bangkai anaknya selama beberapa hari setelah meninggal.

Sementara itu seorang juru bicara Kebun Binatang Leipzig menepis klaim PETA bahwa Rima mati akibat virus corona. Alasannya tidak ada seorang pun staf atau hewan yang terinfeksi atau mengalami gejala.

"Sulit bagi kami untuk merespons pernyataan tidak memenuhi syarat seperti ini dari PETA. Bayi yang mati tidak pernah dites virus corona karena tak ada staf maupun hewan yang terinfeksi,” ujarnya.

Kebun Binatang Leipzig ditutup selama 6 pekan akibat pandemi, namun sudah dibuka sebagian pada 4 Mei.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat masih sedang menyelidiki kasus harimau dan singa yang terinfeksi virus corona di Kebun Binatang Bronx New York. Kucing-kucing besar itu diduga kuat terinfeksi oleh penjaga kebun binatang.

Salah satu harimau Malaya berusia 4 tahun, Nadia, diketahui positif pada Maret lalu setelah mengalami batuk.

Editor : Anton Suhartono