Begini Rencana AS Bikin Iran Bangkrut
Strategi tersebut menunjukkan perubahan pendekatan AS terhadap Iran.
Namun Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan prioritas utama Washington dalam perang melawan Iran adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi warga AS.
Menurut Vance, upaya mencegah Iran mengembangkan program senjata nuklir kini bukan lagi menjadi prioritas utama AS.
Pernyataan Vance tersebut berbeda dengan sikap Bessent pada 4 Agustus lalu. Saat itu, Bessent mengatakan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz masih mungkin dicapai dalam hitungan hari.
Kini, Washington justru mengisyaratkan kemungkinan memperketat tekanan terhadap Iran melalui kombinasi sanksi ekonomi dan pembatasan aktivitas maritim.
Editor: Anton Suhartono