Begini Skenario Profesor Matematika Israel Bantai dan Usir Ribuan Orang Arab
Setelah serangan dimulai, rencana tersebut juga mencakup upaya mengajak tentara, polisi, pemukim Israel, dan pelaku kriminal untuk ikut bergabung.
Libatkan Tokoh Politik
Surat dakwaan juga menyebut sang profesor berusaha merekrut orang-orang berpengalaman dan mendekati tokoh politik penting untuk membantu menjalankan rencananya.
Salah satu tokoh yang didekatinya adalah mantan anggota parlemen dari Partai Likud, Moshe Feiglin.
Faksi Zehut yang dipimpin Feiglin diketahui menjalin kerja sama dengan partai sayap kanan radikal, Zionisme Religius, yang dipimpin Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, menjelang pemilu 27 Oktober.
Jaksa mengatakan Feiglin tidak memberikan tanggapan. Profesor tersebut kemudian diduga berusaha memerasnya agar mau bergabung, sembari menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan rencana tersebut dan mencegahnya terungkap.
Rencana tersebut menargetkan populasi Arab yang jumlahnya cukup besar di Israel. Warga Arab-Israel mencakup sekitar 21 persen dari total populasi Israel yang berjumlah lebih dari 10 juta jiwa.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana, menurut dakwaan jaksa Israel, sebuah rencana tidak hanya diarahkan untuk melakukan pembunuhan massal, tetapi juga menciptakan ketakutan yang dapat memicu pengusiran warga Arab dari wilayah tempat mereka tinggal.
Editor: Anton Suhartono