Belanda Gelar Sidang Perdana Penembakan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Anton Suhartono ยท Senin, 09 Maret 2020 - 13:15 WIB
Belanda Gelar Sidang Perdana Penembakan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Belanda gelar sidang perdana penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 (Foto: AFP)

AMSTERDAM, iNews.id - Persidangan kasus penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina digelar di Belanda, Senin (9/3/2020).

Sidang kali ini melibatkan empat terdakwa dengan tuduhan pembunuhan, namun mereka diperkirakan tak hadir di pengadilan, bahkan masih bebas berkeliaran.

Persidangan ini merupakan buah dari proses penyelidikan panjang selama 5 tahun demi memberikan keadilan kepada 298 korban tewas serta keluarga mereka.

Pesawat Boeing 777 yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur ditembak menggunakan rudal BUK buatan Rusia pada 17 Juli 2014.

Jaksa penuntut Belanda pada 2019 menuntut tiga warga negara Rusia, yakni Igor Girkin, Sergei Dubinsky, dan Oleg Pulatov, serta seorang warga Ukraina, Leonid Kharchenko. Empat orang tersebut masih terkait dengan kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina yang diduga berperan menembakkan rudal BUK.

Meskipun surat perintah penangkapan internasional sudah dikeluarkan, tidak seorang pun dari mereka masuk bui. Mereka tak akan menghadiri pengadilan dengan tingkat keamanan tinggi di dekat Bandara Schiphol itu.

Hakim ketua Hendrik Steenhuis akan memulai proses persidangan dengan memeriksa apakah para terdakwa hadir di ruang sidang. Kemudian, tiga hakim panel akan menentukan apakah persidengan bisa digelar secara in absentia atau tidak.

Sidang perdana ini kemungkinan akan dipenuhi oleh kerabat korban serta jurnalis dari seluruh dunia. Sidang terhadap empat terdakwa diperkirakan berlangsung selama setahun.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sebelumnya mengatakan bahwa persidangan digelar tanpa desakan dari pihak manapun atau digelar dalam kemerdekaan yang penuh.

"Langkah sangat penting untuk mencapai kebenaran dan untuk menghadirkan keadilan bagi para korban dan kerabat mereka," kata Rutte, dikutip dari AFP.

Sebanyak 196 dari total korban tewas merupakan warga Belanda.

Sementara itu Rusia sejak awal membantah terlibat dalam jatuhnya MH17 dan menawarkan penjelasan alternatif untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

Pada Jumat, Rusia menuduh Belanda melakukan tindakan kasar untuk menekan pengadilan.

"Pada hari-hari terakhir sebelum sidang, segala upaya dilakukan untuk mengisi kekosongan bukti yang akan disajikan dan untuk memalsukan fakta dari versi sebelumnya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Editor : Anton Suhartono