Belum Selesai Covid-19 Wabah Virus Marburg Mengintai, Tingkat Kematian 24-88 Persen 

Anton Suhartono · Senin, 18 Juli 2022 - 21:45:00 WIB
Belum Selesai Covid-19 Wabah Virus Marburg Mengintai, Tingkat Kematian 24-88 Persen 
Kasus virus Marburg ditemukan di Ghana (Foto: Reuters)

DAKAR, iNews.id - Belum selesai kasus Covid-19, dunia menghadapi wabah baru yang sangat menular. Ghana mengumumkan dua kasus infeksi virus Marburg, Minggu (17/7/2022). 

Otoritas kesehatan Ghana menyatakan, penyakit ini sangat menular mirip Ebola. Sebelumnya otoritas di Ghana menyatakan dua orang tewas setelah jasadnya mereka diperiksa dan dipastikan terpapar virus Marburg.

Kasus infeksi terbaru ini dipastikan positif di Ghana pada 10 Juli. Hasil pengujian di Ghana kemudian diverifikasi oleh laboratorium di Senegal yang juga dinyatakan positif.

"Pengujian lebih lanjut di Institut Pasteur di Dakar, Senegal, menguatkan hasilnya," kata Layanan Kesehatan Ghana (GHS), dikutip dari Reuters.

GHS saat ini berupaya mencegah risiko penyebaran virus, termasuk melakukan isolasi kontak yang teridentifikasi. Sejauh ini tidak ada yang menunjukkan gejala.

Ini merupakan wabah virus Marburg kedua di Afrika Barat. Kasus virus pertama di kawasan terdeteksi pada 2021 di Guinea, namun tak ada kasus lebih lanjut yang teridentifikasi.

"Otoritas kesehatan (Ghana) telah merespons dengan cepat, bersiap untuk kemungkinan wabah. Ini bagus karena tanpa tindakan segera dan tegas, Marburg bisa dengan mudah lepas kendali," kata Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti.

WHO menyatakan dua orang yang meninggal terinfeksi di Ashanti. Mereka mengalami beberapa gejala termasuk diare, demam, mual, dan muntah, sebelum meninggal di rumah sakit. Namun kepastian mereka positif Marburg baru diketahui setelah meninggal.

Belasan wabah Marburg dilaporkan terjadi di Afrika sejak kasus ini ditemukan pada 1967. Tingkat kematian bervariasi dari 24 hingga 88 persen bergantung pada jenis virus dan manajemen kasus.

Penyakit ini ditularkan ke manusia dari kelelawar kemudian menyebar di antara manusia melalui kontak langsung melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda