Berbagai Negara Peringati 15 Tahun Tsunami Samudera Hindia yang Menewaskan 230.000 Orang

Anton Suhartono ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 13:00 WIB
Berbagai Negara Peringati 15 Tahun Tsunami Samudera Hindia yang Menewaskan 230.000 Orang

Korban selamat mengenang 15 tahun gempa dan tsunami Aceh dengan berdoa di pemakaman massal di Siron (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Warga di beberapa negara Samudera Hindia, Kamis (26/12/2019), menggelar peringatan 15 tahun tsunami yang menewaskan lebih dari 230.000 orang.

Gempa bumi berkekuatan 9,1 Skala Richter di perairan Aceh menyebabkan gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 17,1 meter yang menyapu kawasan pantai di belasan negara, menjadikannya sebagai salah satu bencana alam paling mematikan di dunia.

Para korban tewas berasal dari belasan negara di Asia dan Afrika. Di Asia, korban tewas terbanyak di antaranya berada di Indonesia, Thailand, India, dan Sri Lanka.

Peringatan tsunami digelar di Aceh, wilayah terparah akibat gempa dan tsunami dengan korban tewas mencapai 170.000 orang.

Ratusan warga yang merupakan penduduk sekitar Situs Tsunami Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Banda Aceh, memperingati bencana ini dengan melakukan zikir, mendengarkan ceramah, serta berdoa bersama. Acara digelar di Masjid Subulussalam, persis di depan situs tsunami.

Di lokasi itu, kapal pembangkit listrik diesel berbobot 2.600 ton terdampar hingga 5 kilometer ke daratan akibat dahsyatnya gelombang tsunami. Sebelumnya kapal berada di laut atau pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue.

Kapal PLTD Apung tersebut memiliki panjang 63 meter dengan lebar 19 meter yang berfungsi mengaliri listrik sekitar 10 megawatt.

Di Thailand, di mana lebih dari 5.300 orang tewas, termasuk turis asing yang mengunjungi pulau-pulau resor di Laut Andaman, mengadakan peringatan dengan seruan agar meningkatkan kesadaran dan kesiapansiagaan terhadap bencana.

"Pemerintah ingin menaikkan standar keselamatan dan membangun kesadaran di semua sektor dalam mempersiapkan dan melindungi warga dari bencana," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand Nipon Bunyamanee, dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan, 26 Desember dijadikan sebagai hari pencegahan bencana nasional di Thailand.

Para pejabat meletakkan karangan bunga di pusat peringatan di Provinsi Phang Nga sebagai penghormatan kepada keponakan Raja Maha Vajiralongkorn, Bhumi Jensen, yang terakhir terlihat bermain jet ski di lepas pantai sebelum tsunami menerjang.

Doa lintasagama melibatkan tokoh agama Islam, Kristen, dan Buddha juga digelar.

Sementara itu para korban selamat dari Desa Ban Nam Khem mengadakan peringatan dengan menyalakan lilin di malam hari. Sebanyak 1.400 warga desa nelayan itu tewas dihantam gelombang.

Peringatan juga digelar di India, di mana lebih dari 10.000 orang tewas akibat tsunami. Negara lain yang mengalami dampak parah adalah Sri Lanka di mana lebih dari 35.000 orang tewas.

Editor : Anton Suhartono