Berbelasungkawa, Donald Trump Puji BJ Habibie sebagai Pemimpin Hebat

Anton Suhartono ยท Jumat, 13 September 2019 - 14:03 WIB
Berbelasungkawa, Donald Trump Puji BJ Habibie sebagai Pemimpin Hebat

(Donald Trump/Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania turut berbelasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie pada Rabu (11/9/2019) petang.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Gedung Putih, Kamis (12/9/2019), Trump dan Melania turut merasakan kesedihan sebagaimana dialami rakyat Indonesia atas meninggalnya Bapak Teknologi itu.

(BJ Habibie/AFP)

Pada kesempatan itu Trump memuji Habibie sebagai pemimpin yang hebat dalam menjaga persatuan dan keberagaman Indonesia, pascalengsernya Soeharto pada 1998.

Baca Juga: Begini Pujian Dubes Australia untuk Almarhum BJ Habibie

"Di tengah tantangan berat yang menyertai berakhirnya era Soeharto, Dr Habibie menjalankan kepemimpinan yang hebat dalam menjaga persatuan dan tradisi pluralistik Indonesia, dan dalam memfasilitasi kemunculan negara sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia," demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Habibie, lanjut dia, juga seorang insinyur yang ulung. Namanya akan dikenang karena kontribusinya bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia, termasuk dalam industri penerbangan dalam negeri.

(Jenazah BJ Habibie dimakamkan di TMPN Kalibata/Antara)

"Contoh melambung tinggi dari kreativitas dan tekad masyarakat Indonesia," kata dia, dalam pernyataan.

BJ Habibie menyelesaikan gelar S3 dengan nilai rata-rata 10 di Rheinisc Westfalische Technische Hochschule (RWTH) Aachen, universitas teknik terbaik di Jerman.

Baca Juga: BJ Habibie Wafat, Mahathir Mohamad: Dia Teman Baik, Saya Sangat Sedih

Salah satu kontribusinya bagi dunia pernerbangan internasional adalah temuannya yang dapat menghitung "crack propagation on random" sampai ke atom-atomnya, yang menjadi penyebab keretakan di badan, terutama sayap pesawat. Karena temuan inilah dia dijuluki sebagai 'Mr Crack'.

Temuan Habibie itu berawal dari jatuhnya pesawat Fokker 28 dan pesawat tempur Jerman, Starfighter F-104 G. Kasus itu menimbulkan kehebohan karena tak ada yang tahu penyebabnya.

(Jenazah BJ Habibie dimakamkan di TMPN Kalibata/Antara)

Kala itu, Departemen Pertahanan Jerman menantang para ahli mencari penyebabnya. Namun, Habibie yang saat itu bekerja di perusahaan penerbangan Hamburger Flugzeugbau (HFB) berhasil menemukan penyebabnya.

Baca Juga: Napak Tilas Hubungan BJ Habibie dengan Jerman dan Dunia Penerbangan

Dari situlah Teori Habibie, Faktor Habibie, dan Prediksi Habibie yang sangat populer lahir. Habibie menemukan teori itu pada 1965, saat usianya 28 tahun.

Temuannya itu menjadi yang pertama di dunia penerbangan dan hingga kini masih digunakan industri pesawat terbang.


Editor : Anton Suhartono