Berubah Pikiran, Trump Sebut Menyerang Fasilitas Nuklir Iran Tak Perlu
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pernyataan terbaru mengenai perang Israel-Iran. Jika sebelumnya mengatakan, mungkin iya dan tidak, saat ditanya mengenai serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran, kini Trump menilai tidak perlu tindakan seperti itu.
"Kita harus lihat apa yang terjadi. Mungkin itu tidak akan diperlukan," kata Trump, saat ditanya wartawan apakah AS berencana membantu Israel menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (21/6/2025).
Soal kemungkinan mengerahkan pasukan darat, Trump mengatakan tidak ingin membicarakan kemungkinan itu. Itu berarti AS sudag terlibat terlalu jauh dalam konflik tersebut. Meski demikian Trump tak menutup kemungkinan opsi itu sebagai kemungkinan terburuk.
"Saya tidak akan berbicara tentang pasukan darat. Itu hal terakhir yang akan dilakukan, pasukan darat," ujarnya.
Badan Energi Atom Internasional Jamin Iran Tak Akan Bisa Bikin Senjata Nuklir
Sebelumnya Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran dengan mengatakan akan memutuskan dalam 2 pekan apakah militernnya akan terlibat langsung dalam perang antara Iran dan Israel atau tidak.
Polisi Swiss Kawal Ketat Menlu Iran Setelah Lolos dari Pembunuhan Agen Israel
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump masih mempertimbangkan apakah akan menyerang fasilitas nuklir Fordow milik Iran atau tidak. Fasilitas tersebut diakui hanya bisa dihancurkan oleh bom penghancur bunker MOP seberat hampir 14 ton milik AS.
Fasilitas Fordow merupakan tempat pengayaan uranium Iran yang berada jauh di bawah permukaan tanah.
Perang Iran-Israel Makin Brutal di Pekan Kedua, Eropa Kalang Kabut Cari Damai
Editor: Anton Suhartono