Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Klaim Warganya Jadi Target Pembunuhan dan Diskriminasi di Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Bocah 4 Tahun Meninggal Setelah Terkunci 9 Jam di Mobil

Jumat, 12 April 2019 - 13:58:00 WIB
Bocah 4 Tahun Meninggal Setelah Terkunci 9 Jam di Mobil
Bocah 4 tahun bernama Qiqi tewas setelah terkunci 9 jam di mobil ayahnya (Foto: SCMP)
Advertisement . Scroll to see content

Perempuan itu pun langsung menghubungi suaminya untuk menanyakan keberadaan Qiqi. Saat itulah, sang ayah kembali ke mobil dan mendapati Qiqi sudah tak bernyawa.

Qiqi ditemukan di bawah jok belakang dalam kondisi wajah berwarna ungu. Suhu udara di luar pada siang hari saat Qiqi ditinggalkan mencapai 30 derajat Celsius. Tentu saja suhu di dalam mobil bisa lebih tinggi karena dalam kondisi tetutup rapat.

Sementara sang ayah menolak disalahkan sepenuhnya atas insiden ini. Dia menyalahkan TK karena tidak memberi tahu mengapa Qiqi tidak hadir sekolah. Jika diberi tahu, dia mungkin akan mengetahui bahwa Qiqi masih berada di mobil.

"Ada tiga guru menjaga kurang dari 20 anak (di setiap kelas). Mereka tidak tahu bahwa salah satu dari mereka tidak datang ke sekolah. Taman kanak-kanak ini relatif canggih di Yiyang, dengan bayaran hampir 10.000 yuan (sekitar Rp21 juta) per semester," kata dia, dikutip dari South China Morning Post, Jumat (12/4/2019).

Sementara piha TK setuju untuk memberikan santunan sebesar 32.000 yuan untuk menyelesaikan masalah ini.

Kasus anak meninggal karena terkunci di mobil lumayan sering terjadi di China. Pada periode 2013 hingga Juli 2018, setidaknya 147 anak-anak terjebak dalam kendaraan, merenggut 40 nyawa. Dalam banyak kasus, pengasuh anak tidak mau bertanggung jawab.

Pada Juli 2018, dua perempuan adik-kakak, berusia 3 dan 5 tahun, meninggal di mobil paman mereka di dekat rumah di Bengbu, Provinsi Anhui. Mereka masuk dalam mobil untuk bermain namun terkunci di dalam.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut