Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh, Jemaah Pria Loncat dari Lantai Atas Masjidil Haram
Advertisement . Scroll to see content

Bocah 9 Tahun di AS Bunuh Diri Setelah Di-bully karena Mengaku Gay

Selasa, 28 Agustus 2018 - 09:19:00 WIB
Bocah 9 Tahun di AS Bunuh Diri Setelah Di-bully karena Mengaku Gay
Jamel Myles (9) bunuh diri karena di-bully setelah mengaku sebagai gay. (Foto: Twitter)
Advertisement . Scroll to see content

DENVER, iNews.id - Seorang bocah berusia sembilan tahun bunuh diri setelah mengalami intimidasi homofobik di sekolahnya di Denver, Colorado, Amerika Serikat (AS). Dia di-bully selama empat pekan.

Dilaporkan BBC, Selasa (28/8/2018), Leia Pierce mengatakan putranya, Jamel Myles, mengaku kepada dirinya selama musim panas bahwa dia gay. Dia mengatakan, Jamel pergi ke sekolah dan memberi tahu teman-teman sekelasnya bahwa dia bangga menjadi gay.

Jamel ditemukan tewas di rumah pada Kamis (23/8/2018). Dia mulai mengikuti kegiatan belajar di kelas empat Sekolah Dasar Joe Shoemaker pada Senin (20/8/2018).

"Anak saya memberi tahu putri sulung saya bahwa anak-anak di sekolah menyuruhnya bunuh diri," kata Pierce.

"Saya sangat sedih dia tidak datang kepada saya. Saya sangat menyesalinya karena dia pikir itu merupakan pilihannya."

Menurut Pierce, ketika dia mengaku sebagai gay, Jamel tampak sangat ketakutan. Namun, Piere meyakinkan putranya bahwa dia masih mencintainya.

Pierce berharap kematian putranya dapat meningkatkan kesadaran akan efek bullying di sekolah-sekolah.

Sementara itu, Denver Public Schools (DPS) menyatakan konselor tersedia bagi siswa di sekolah dasar Jamel. Pihak sekolah mengirim surat kepada keluarga soal layanan konseling tambahan untuk siswa.

"Kematian Jamel merupakan kerugian yang tak terduga bagi komunitas sekolah kami," demikian pernyataan pihak sekolah.

"Tujuan kami adalah bermitra dengan Anda dalam membagikan berita ini dengan anak Anda dengan cara yang paling tepat, dengan dukungan sebanyak mungkin yang diperlukan, jadi jangan ragu untuk menghubungi tentang bagaimana Anda ingin menangani ini."

Juru Bicara DPS, Will Jones mengatakan, para guru di Shoemaker berupaya menciptakan ruang bagi siswa untuk berbagi perasaan mereka dan untuk memproses emosi mereka.

Guru kelas empat dan lima juga akan memanggil keluarga secara individual untuk memeriksa siswa.

"Prioritas kami sekarang adalah untuk melihat semua kekhawatiran yang diangkat dalam kasus ini, untuk menjaga semua siswa kami aman dan untuk melakukan peninjauan yang adil dan menyeluruh atas fakta-fakta seputar kehilangan tragis ini," demikian pernyataan para guru.

Kepolisian Denver menyelidiki kematian bocah itu sebagai kasus bunuh diri.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut