Bom Bunuh Diri di Kemenlu Afghanistan, Polisi Sebut Korban Tewas 5 Orang
KABUL, iNews.id - Kepolisian Afghanistan mengonfirmasi jumlah korban tewas dalam bom bunuh diri di luar Kementerian Luar Negeri mencapai lima orang. Selain itu, rumah sakit terdekat mengonfirmasi ada lebih dari 40 orang luka.
Juru bicara kepolisian Kabul, Khalid Zadran, mengatakan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi resmi adalah lima orang.
Informasi berbeda datang dari seorang pejabat di Kementerian Informasi yang dikelola Taliban, Ustad Fareedun. Dia mengatakan, 20 orang tewas. Dia juga menambahkan, pelaku bom bunuh diri awalnya berencana memasuki Kementerian Luar Negeri tetapi gagal.
Rumah Sakit Darurat, sebuah pusat bedah bagi mereka yang terluka akibat perang dan dijalankan oleh sebuah LSM Italia mengatakan, pihaknya telah menerima lebih dari 40 pasien setelah ledakan itu.
Taliban Teken Kontrak dengan Perusahaan China untuk Tambang Minyak di Afghanistan Utara
PBB dan beberapa negara, termasuk Pakistan dan Inggris, mengutuk serangan itu.
"Inggris menolak tindakan kekerasan yang tidak masuk akal dan tidak pandang bulu seperti itu," kata Hugo Shorter, charge d'affaires untuk misi Inggris ke Afghanistan.
Bom Bunuh Diri Militan ISIS Guncang Suriah, 4 Pasukan Keamanan Kurdi Tewas
Dilansir dari Reuters, sebuah foto daerah tersebut, yang dikonfirmasi oleh sumber-sumber resmi, menunjukkan setidaknya sembilan orang tewas atau terluka tergeletak di luar kementerian.
Juru bicara kepolisian Kabul mengonfirmasi serangan bom bunuh diri terjadi pada Rabu (11/1/2023) sekitar pukul 4 sore waktu setempat.
ISIS Serang Hotel di Kabul Afghanistan, Belasan Warga China Luka
Sementara itu, kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Hal ini disampaikan kantor berita Amaq milik kelompok militan ISIS dalam saluran Telegram.
Pemerintahan yang dikelola Taliban telah menghadapi pemberontakan oleh militan ISIS. Mereka menargetkan orang asing, termasuk kedutaan Rusia, Pakistan dan juag sebuah hotel yang melayani pengusaha China.
Ledakan itu terjadi di sebuah jalan di mana beberapa kementerian berkantor. Serangan terjadi pada jam sibuk di daerah yang dibentengi dengan ketat dan dikelilingi pos-pos pemeriksaan. Beberapa negara, termasuk Turki dan China, juga memiliki kantor kedutaan besar di daerah tersebut.
Tidak ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban, yang mengambil alih Afghanistan pada Agustus 2021. Setelah itu Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari negara itu dan pemerintahannya runtuh.
Editor: Umaya Khusniah