Buka Suara soal Kabur dari Jepang, Eks Bos Nissan Carlos Ghosn: Saya Melakukannya Sendiri

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 08:56 WIB
Buka Suara soal Kabur dari Jepang, Eks Bos Nissan Carlos Ghosn: Saya Melakukannya Sendiri

Carlos Ghosn menjadi tahanan rumah di Tokyo sejak April 2019. (FOTO: Getty Images/AFP)

BEIRUT, iNews.id - Mantan bos Renault dan Nissan, Carlos Ghosn, mengklaim dirinya melarikan diri ke Lebanon seorang diri. Ghosn sebelumnya dikabarkan melarikan diri dari Jepang dengan bersembunyi di dalam kotak alat musik.

Ghosn tengah menghadapi kasus dugaan pelanggaran keuangan, dan membantah keterlibatan keluarganya.

"Laporan media yang mengatakan istri saya, Carole, dan anggota keluarga lainnya memainkan peran dalam kepergian saya dari Jepang adalah palsu. Saya sendiri yang mengatur kepergian saya," kata Ghosn, dalam pernyataan singkat yang diterima oleh AFP, Jumat (3/1/2020).

Sementara itu, Turki mengumumkan menahan tujuh orang sehubungan dengan pelarian Ghosn yang luar biasa. Turki menahan tujuh orang untuk diinterogasi, termasuk empat pilot, terkait bagaimana sang taipan itu bisa transit melalui Istanbul saat menuju ke Lebanon.

BACA JUGA:

Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Masuk Lebanon Pakai Paspor Prancis

Setelah Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Dilaporkan Bertemu Presiden Lebanon

Investigasi difokuskan pada dua penerbangan. Pertama, Bombardier berlabel TC-TSR, terbang dari Osaka di Jepang, mendarat di Istanbul at pukul 05.15 dan diparkir di hanggar.

Yang kedua adalah jet pribadi menuju ke Beirut, sebuah Bombardier Challenger 300 TC-RZA, yang lepas landas 45 menit kemudian, menurut kantor berita Turki DHA.

Ghosn bisa memasuki Lebanon dengan paspor Prancis, menurut dokumen bandara yang dilihat oleh AFP.

BACA JUGA:

Eks Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang, Turki Tangkap 4 Pilot dan Pejabat Perusahaan Kargo

Lebanon Terima Pemberitahuan Interpol Tangkap Mantan Bos Nissan Carlso Ghosn

Lebanon Bantah Kabar Presiden Aoun Sambut Buronan Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn

Ghosn, yang menjadi tahanan rumah di Tokyo sejak April, diyakini dikurung di kediamannya di pusat Kota Beirut. Para pengunjung keluar dan masuk di bawah pengawasan kamera CCTV.

Tibanya Ghosn di Lebanon tepat sebelum Malam Tahun Baru menimbulkan pertanyaan baru soal status peradilannya.

Kantor berita pemerintah Lebanon, mengutip Menteri Kehakiman Albert Sarhan, menyebut, "Jaksa penuntut umum telah menerima apa yang dikenal sebagai pemberitahuan merah dari Interpol dalam kasus Carlos Ghosn."

Pemberitahuan merah Interpol merupakan permintaan penangkapan sementara, menunggu ekstradisi atau penuntutan, namun bukan surat perintah.

Editor : Nathania Riris Michico