Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Masuk Lebanon Pakai Paspor Prancis

Anton Suhartono ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 13:27 WIB
Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Masuk Lebanon Pakai Paspor Prancis

Pengacara Carlos Ghosn, Junichiro Hironaka (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Otoritas Jepang kecolongan harus menanggung malu terkait kaburnya mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, tersangka kasus kejahatan keuangan termasuk penggelapan pajak.

Dia dibebaskan pada April 2019 setelah membayar jaminan dan menjadi tahanan rumah sampai menunggu persidangan. Namun pada pekan lalu, Ghosn melarikan diri dari Jepang dengan bersembunyi di tas perlengkapan musik milik band.

Baca Juga: Setelah Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Dilaporkan Bertemu Presiden Lebanon

Dia berada dalam pengawasan ketat otoritas Jepang selama 24 jam, termasuk pemantauan melalui kamera pengamanan, namun tetap luput.

Pria 65 tahun itu disembunyikan di tas alat musik saat dibawa ke bandara dan terbang ke Istanbul, Turki. Dari Istanbul, dia melanjutkan penerbangan menggunakan jet pribadi ke Beirut, Lebanon.

Ghosn memiliki tiga kewarganegaraan yakni Prancis, Brasil, dan Lebanon.

Anehnya, pengacara Ghosn, Junichiro Hironaka, mengatakan tiga paspor kliennya masih berada di tangannya. Hironaka tak mengetahui soal kaburnya Ghosn.

Sementara itu berdasarkan penelusuran media Jepang, Ghosn kabur ke luar Jepang menggunakan salah satu dari dua paspor Prancis.

Stasiun televisi NHK melaporkan, pengadilan mengizinkan Ghosn memegang paspor Prancis asalkan disimpan oleh pengacaranya.

Tidak ada data imigrasi yang menunjukkan Ghosn meninggalkan Jepang, namun dia memasuki Lebanon menggunakan paspor Prancis.

Jaksa penuntut dan polisi siap menyelidiki kasus ini di Lebanon. Ghosn bisa dijerat dengan pasal terbaru yakni melarikan diri dan melanggar aturan imigrasi.

Selain Ghosn, kepolisian Jepang mencurigai orang lain yang membantu pelarian bak film Hollywood ini.

Polisi mencurigai beberapa orang membantunya melarikan diri, termasuk istri.

Laporan media menyebutkan, pelarian Ghosn juga melibatkan jasa pengamanan swasta beranggotakan para mantan pasukan elite.

Editor : Anton Suhartono