Bukan Militer, Trump Gelar Operasi Perang Ekonomi terhadap Iran
Lebih lanjut Trump mendesak negara-negara sekutu-sekutu untuk bergabung dengan AS dalam mengisolasi Iran.
"Kita membutuhkan seluruh sekutu untuk berdiri bersama AS untuk mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran," katanya.
Di bagian akhir, dia mengulangi sikap pemerintah AS mengenai program nuklir Iran.
"Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," katanya.
Sementara itu, dalam komentarnya, kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, menyebut ancaman terbaru Trump itu sebagai versi baru dari kampanye tekanan maksimum yang akan gagal.
“Donald Trump, yang sepanjang masa kepresidenannya telah mengejar kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran, dan setelah kegagalan kebijakan ini beralih ke ancaman militer, sekali lagi menggunakan taktik 'perang ekonomi,' dengan mengeklaim 'perang ekonomi' terhadap Iran,” bunyi pernyataan.
Disebitkan, AS sejak bertahun-tahun lalu berupaya membatasi hubungan keuangan dan perdahgangan Iran dengan dunia luar. Dari situ Iran belajar banyak untuk menjadi negara mandiri.
“Iran telah belajar untuk menghindari pembatasan ini dan telah mahir melakukannya,” demikian penyataan Tasnim.
Editor: Anton Suhartono