Cadangan Emas Rusia Rp4.600 Triliun Dibekukan Barat, Putin: Kami Untung 2 Kali Lipat
Lebih lanjut Putin menegaskan, perlunya mencapai kesepakatan dengan dunia usaha agar mereka memahami bahwa berbisnis di Rusia lebih bisa diandalkan. Apalagi, rantai pasok segera normal meski masih terjadi perang di Ukraina.
“Saat ini, rantai logistik untuk pasokan barang hampir pulih, semuanya kembali normal. Nah, kita juga melihat ini, antara lain, juga terkait dengan nilai tukar mata uang nasional,” tuturnya, seraya menambahkan, pemerintah dan dunia usaha harus menjadi mitra yang setara.
Pembatasan pembayaran dalam mata uang dolar AS, lanjut dia, juga mendorong semua negara mengarahkan perhatian pada pembayaran menggunakan mata uang lokal. Mereka juga lebih mementingkan menyimpan tabungan di luar AS karena kepercayaan terhadap negara-negara Barat telah rusak.
“Misalnya, pembatasan pembayaran dalam dolar (AS). Ke mana arahnya? Karena semua negara memikirkan untuk menciptakan instrumen sendiri, menciptakan sistem pembayaran baru, memikirkan apakah layak menyimpan uang mereka di Amerika Serikat atau di negara lain di Eropa. Apakah pantas menginvestasikan tabungan mereka pada sekuritas negara-negara ini,” kata Putin.
Editor: Anton Suhartono