Capitol Rusuh, Media China Bersorak dan Singgung Standar Ganda AS soal Hong Kong

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 08 Januari 2021 - 10:00:00 WIB
Capitol Rusuh, Media China Bersorak dan Singgung Standar Ganda AS soal Hong Kong
Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran di Gedung DPR AS (Capitol), Washington DC, Rabu (6/1/2021). (Foto: Reuters)

SHANGHAI, iNews.id – Penyerbuan Gedung DPR AS (Capitol) oleh para pendukung Presiden Donald Trump, Rabu (6/1/2021), turut menuai reaksi dari China. Media resmi pemerintah negeri tirai bambu itu menyatakan, insiden tersebut mencerminkan kegagalan kepemimpinan di AS.

Penyerbuan Capitol kemarin juga menjadi indikasi perpecahan mendalam yang terjadi di tengah masyarakat Amerika, demikian editorial yang diterbitkan The Global Times, Jumat (8/1/2021).

Ratusan pendukung Trump mengepung Capitol dan merusak sejumlah fasilitas di gedung itu. Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, menggambarkan perisitwa itu sebagai “pemberontakan bersenjata melawan Amerika”.

The Global Times—sebuah tabloid yang dikelola oleh Partai Komunis China—pun memanfaatkan insiden untuk meningkatkan perang urat syaraf dengan AS. Media itu menggambarkan kerusuhan tersebut sebagai sebuah tanda keruntuhan internal dalam sistem politik AS yang tidak dapat dengan mudah untuk diperbaiki.

“(Aksi) massa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Capitol, simbol dari sistem AS, adalah hasil dari perpecahan yang parah dari masyarakat AS dan kegagalan negara untuk mengontrol perpecahan tersebut,” kata The Global Times, dikutip kembali Reuters.

“Seiring berjalannya waktu dan dengan penyalahgunaan sumber daya oleh generasi politisi, sistem politik AS telah menurun,” ujar surat kabar itu menambahkan.

The Global Times juga mengecam “standar ganda” di kalangan para politisi AS. Media itu membidik komentar Pelosi di masa lalu, yang menyebut aksi protes besar di Hong Kong pada 2019 sebagai “pemandangan yang indah untuk disaksikan”.

“Di Hong Kong, aksi kekerasan digambarkan sebagai ‘pemandangan indah’. Sementara di AS, orang-orang yang terlibat dalam kekacauan ini disebut ‘gerombolan’,” kata The Global Times.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2