Capres Gagal AS Nikki Haley Dikecam terkait Tulisan 'Habisi Mereka' di Peluru Israel
WASHINGTON, iNews.id - Calon presiden (capres) gagal Amerika Serikat (AS) Nikki Haley mendapat kecaman luas setelah fotonya menulis 'Habisi Mereka' di peluru artileri Israel beredar di media sosial. Foto itu di-posting politikus Israel yang juga pernah menjadi duta besar untuk PBB bersama Haley.
Politikus Partai Republik itu berkunjung ke Israel pada pada akhir pekan lalu untuk menunjukkan dukungannya terhadap negara Yahudi itu dalam perang di Gaza. Dia bertemu beberapa pejabat, termasuk Menteri Pertahanan Yoav Gallant.
Ada dua foto yang di-posting, pertama saat Haley sambil berjongkok menulis di proyektil artileri Israel menggunakan spidol. Satu foto lagi adalah tulisan Haley di proyeltil tersebut, yakni 'Finish them - America HEART Israel, Always."
Posting-an itu langsung mendapat kecaman luas, termasuk dari organisasi HAM Amnesty International.
AS Kutuk Pembataian Israel di Rafah tapi Tetap Dukung Operasi Militer Zionis
"Konflik bukan tempat pertunjukan. Konflik punya aturan. Warga sipil harus dilindungi," bunyi pernyataan Amnesty International, mengomentari kelakuan Haley.
Kenneth Roth, mantan direktur eksekutif Human Rights Watch, ikut berkomentar dalam postingan di meda sosial X.
Aljazair Ajukan Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk Setop Serangan Israel di Rafah
"Mengapa tidak menuliskan saja, saya mendukung kejahatan perang Israel," ujarnya, menyindir.
Setelah kehebohan itu, Haley muncul di media X untuk sekali lagi menunjukkan pembelaannya terhadap negara Yahudi itu.
Tak Punya Hati! Capres Gagal AS Nikki Haley Tulis Pesan ‘Habisi Mereka’ di Amunisi Israel
“Israel harus melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyatnya dari kejahatan,” ujarnya, seraya menambahkan Israel sedang memerangi “musuh” Amerika Serikat.
Haley sejak lama menunjukkan dirinya sebagai pendukung Israel. Dia menjabat dubes AS untuk PBB pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Israel Disebut Bunuh 200 Orang di Tenda Pengungsi Rafah, Banyak yang Terbakar Hidup-Hidup
Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga 29 Mei 2024 telah menewaskan 36.171 orang, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Selain itu sebanyak 81.420 lainnya terluka.
Mahkamah Internasional (ICJ) pada Jumat pekan lalu memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Rafah. Perintah diambil dalam keputusan darurat penting berdasarkan desakan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza. Israel dengan tegas menentang perintah tersebut. Untuk menunjukkan pembangkangannya, Israel pada Minggu justru membombardir tenda pengungsi di Tel Al Sultan, menewaskan sedikitnya 45 orang.
Editor: Anton Suhartono