Cegah Kamera Cabul, Petugas di Seoul Cek Semua Toilet Umum Setiap Hari

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 07 September 2018 - 07:22 WIB
Cegah Kamera Cabul, Petugas di Seoul Cek Semua Toilet Umum Setiap Hari

Pemerintah Seoul mengerahkan tim yang bertugas mencari kamera tersembunyi di toilet-toilet umum setiap hari. (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, berjanji melakukan pemeriksaan setiap hari di semua toilet umum untuk mencegah kemungkinan adanya kamera tersembunyi yang bertujuan cabul.

Pasalnya, sejak beberapa waktu, kamera tersembunyi di berbagai toilet dan ruang ganti menjadi masalah serius di Korsel.

Tahun lalu, dilaporkan terjadi lebih dari 6.000 kasus "spy cam porn" atau kamera pengintai bertujuan cabul. Kamera itu sengaja disembunyikan di toilet untuk merekam aktivitas pemakainya.

Rekaman dari video-video itu kerap diunggah online tanpa sepengetahuan korban.

Pada awal 2018, puluhan ribu perempuan berunjuk rasa mengutuk banyaknya kasus kamera tersembunyi ini. Mereka membawa berbagai poster yang bertuliskan pesan-pesan seperti, "Hidup saya bukan untuk pornografi".

Para pegiat mengatakan, kaum perempuan terus-terusan hidup dalam ketakutan setelah mengetahui bahwa mereka difoto atau direkam tanpa sepengetahuan mereka.

Sekitar 80 persen korban dari kamera pengintai untuk pornografi ini merupakan para perempuan.

Kantor berita Yonhap melaporkan, toilet-toilet umum di Seoul biasanya hanya diperiksa sebulan sekali untuk memastikan keberadaan kamera-kamera tersembunyi.

Namun kini, pegawai yang menjaga toilet diminta untuk memeriksa keberadaan kamera pengintai setiap hari.

Sebelumnya, para penegak hukum mengatakan kepada BBC, mereka sulit menangkap pelaku, terutama karena mereka bisa memasang kamera dan mencopotnya lagi dalam waktu 15 menit.

Meski lebih dari 5.400 orang ditangkap karena melakukan kejahatan terkait kamera pengintai pada 2017, namun jumlah pelaku yang ditahan kurang dari 2 persen.

Kantor berita Yonhap menyebut, sebanyak 50 orang pegawai pemerintah yang ditugaskan khusus untuk menemukan kamera-kamera tersembunyi ini belum menemukan apa pun selama dua tahun.

Editor : Nathania Riris Michico