Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Trump Diminta Menkeu AS Tunda Serang Iran

Sabtu, 12 September 2026 - 06:39:00 WIB
Cerita Trump Diminta Menkeu AS Tunda Serang Iran
Donald Trump menceritakan Menteri Keuangan Scott Bessent memintanya untuk menunda serangan ke Iran, namun permintaan itu ditolak (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menceritakan Menteri Keuangan (Menkeu) Scott Bessent memintanya untuk menunda serangan ke Iran. Namun permintaan itu ditolak Trump.

"Scott, yang merupakan pakar keuangan hebat, bilang kepada saya: 'Pak, apa kemungkinan waktu yang memungkinkan kita untuk melakukannya (serangan) nanti, mungkinkah, Pak? Anda kira bisa menunda ini (serangan) beberapa waktu, Pak?'," kata Trump, mengutip permintaan Bessent, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (12/9/2026).

Kisah tersebut diungkapkan Trump saat menyampaikan pidato di Konvensi Nasional Partai Republik, Rabu (9/9/2026) waktu setempat di Dallas.

Trump kemudian menjawab permintaan Bessent itu dengan tidak mungkin menunda serangan.

"Saya bilang tidak, karena jika kita tidak menyerang mereka (Iran) saat itu, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu sebulan," kata Trump, tanpa menyebut secara spesifik waktu serangan terhadap Iran.

Namun AS, bersama Israel, memulai serangan terhdaap Iran pada 28 Februari 2026. 

Di periode tersebut, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yakni pada 17 Juni. Kedua negara meneken Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang menyepakati gencatan senjata selama setidaknya 60 hari. Namun usia gencatan senjata tak sampai sebulan, AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

AS kemudian meningkatkan tekanan dengan memberlakukan sanksi, melalui perang ekonomi yang mengisolasi Iran dari keuangan dan perdagangan global.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut