Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Curiga Ada Aktivitas Baru di Gunung Pickaxe: Iran, Hati-hatilah!
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Perang AS Lawan Iran Bisa Berlangsung sampai 2029

Jumat, 11 September 2026 - 07:06:00 WIB
Gawat! Perang AS Lawan Iran Bisa Berlangsung sampai 2029
Para penasihat senior memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa perang melawan Iran bisa berlangsung hingga Januari 2029 (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Para penasihat senior memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang melawan Iran bisa berlangsung hingga Januari 2029. Waktu tersebut bersamaan dengan lengsernya Trump dari jabatan presiden yang sudah menjabat dua periode.

Ini mengindikasikan kebijakan perang melawan Iran bisa langgeng selama Trump menjabat.

Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip keterangan sumber pejabat Gedung Putih, melaporkan beberapa pejabat di lingkaran dekat Trump, seperti Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, membahas skenario bahwa Iran tak akan menyerah meskipun AS meningkatkan tekanan.

Seperti diketahui AS saat ini menerapkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sehingga tak bisa mengirim atau mengekspor minyak maupun barang lainnya.

Belum cukup, AS bulan lalu juga menjatuhkan sanksi ekonomi yang sangat berat, mengisolasi negara itu dari keuangan dan perdagangan global.

Namun salah satu pejabat mengatakan, Trump memperkirakan perang melawan Iran akan berakhir setelah pemilu paruh waktu AS yang berlangsung pada November mendatang.

Trump optimistis blokade maritim dan operasi ekonomi akan berhasil memaksa Iran untuk memenuhi permintaan AS, terutama terkait pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz dan program nuklir.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut