Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Balas Dendam! Hukum 6 Perusahaan AS
Advertisement . Scroll to see content

China Disebut Negara Termahal untuk Besarkan Anak, Perempuan Kini Lebih Prioritaskan Karier

Selasa, 05 Maret 2024 - 11:11:00 WIB
China Disebut Negara Termahal untuk Besarkan Anak, Perempuan Kini Lebih Prioritaskan Karier
Anak-anak di China mengibarkan bendera nasional mereka dalam sebuah kegiatan (ilustrasi). (Foto: iNews/Dok.)
Advertisement . Scroll to see content

Meskipun pemerintah telah melonggarkan batasan jumlah anak yang diperbolehkan per pasangan, di samping berbagai kebijakan lain yang mendorong keluarga untuk memiliki lebih banyak anak, hanya sedikit yang berubah. Banyak perempuan China merasa pengorbanan yang mereka lakukan tidak sebanding dengan imbalan yang mereka terima.

Menurut laporan YuWa, perempuan yang mengambil cuti melahirkan bisa saja menghadapi perlakuan tidak adil di tempat kerja seperti dipindahkan ke tim lain, dipotong gajinya, atau kehilangan peluang promosi.

Laporan tersebut juga menyebutkan, jika biaya cuti melahirkan sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan tanpa bantuan pemerintah, maka pemberi kerja mungkin akan menghindari perekrutan perempuan dalam usia subur. Tak jarang pula perempuan ditanyai tentang KB (keluarga berencana) saat wawancara kerja, meski mereka memang tidak berencana untuk memiliki anak.

Meskipun ada beberapa perempuan berhenti bekerja untuk membesarkan anak-anak mereka, keputusan itu ternyata membuat mereka menjadi sangat sulit untuk kembali bekerja. Sebagai gambaran, perempuan yang memiliki anak bisa mengalami penurunan gaji sebesar 12–17 persen.

Situasi semacam itu mungkin sudah menjadi hal yang lumrah di negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Akan tetapi, perempuan China kini lebih berpendidikan dan mandiri secara ekonomi. Bahkan, jumlah perempuan yang mengambil program pendidikan tinggi di sana kini melebihi laki-laki. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut