China Klaim 19 Negara Arab Dukung Kebijakan Represif di Xinjiang

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 13:44 WIB
China Klaim 19 Negara Arab Dukung Kebijakan Represif di Xinjiang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id – Sebanyak 19 negara Arab dikatakan mendukung kebijakan China di Hong Kong dan Xinjiang. Dukungan itu disampaikan dalam Pertemuan IX Tingkat Menteri Forum Kerja Sama China dan Negara-Negara Arab (CASCF).

“Negara-negara Arab menyampaikan dukungannya terhadap China terkait masalah-masalah di Hong Kong, mendukung segala upaya pengamanan berdasarkan undang-undang keamanan nasional dalam kerangka ‘satu negara, dua sistem’, dan menentang intervensi asing terhadap China,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Negara-negara Arab, menurut dia, juga menentang berbagai aktivitas anti-China yang dilakukan oleh kelompok ekstremis agama, kelompok separatis, dan pasukan teroris di Daerah Otonomi Xinjiang. Wilayah Xinjiang atau juga dikenal Turkestan Timur adalah kampung halaman bagi belasan juta jiwa muslim etnik Uighur.

Pertemuan yang digelar secara daring pada Senin (6/7/2020) itu juga melahirkan tiga kesepakatan bersama, yakni solidaritas China-Arab dalam memerangi Covid-19; Deklarasi Amman, dan; rencana eksekusi Forum Kerja Sama China-Arab 2020-2022.

“Kedua pihak menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama sebagai senjata utama dalam komunitas internasional untuk memerangi pandemi,” ujar Zhao.

Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dan; Menteri Luar Negeri dan Tenaga Kerja Asing Yordania, Ayman Safadi, itu juga menghasilkan 107 kerja sama di 20 bidang. Di antaranya termasuk politik, ekonomi, energi, kapasitas produksi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesehatan.

Forum kerja sama tersebut didirikan pada 2004 atas fasilitas kerja sama dan komunikasi China dengan negara-negara Arab. Dalam Pertemuan VIII di Beijing pada 2018, Presiden Xi Jinping mengumumkan kemitraan strategis berorientasi masa depan China-Arab untuk kerja sama komprehentif dan pembangunan bersama.

Editor : Ahmad Islamy Jamil