China Pasok Vaksin Covid ke Sejumlah Kelompok Pemberontak Myanmar
Lonjakan infeksi Covid di Myanmar telah membuat pihak berwenang di China khawatir. Awal bulan ini, Beijing melaporkan 57 kasus baru Covid secara nasional, yang menjadi lonjakan harian tertinggi sejak akhir Januari. Dari jumlah tersebut, 15 kasus di antaranya terdapat di Kota Ruili, yang berbatasan dengan Myanmar. Sebanyak 12 di antaranya adalah warga negara Myanmar, menurut otoritas kesehatan di Provinsi Yunnan.
Myanmar berada dalam kekacauan setelah militer merebut kekuasaan pada Februari lalu. Sejak kudeta itu, KIA terlibat pertempuran secara sporadis dengan pasukan pemerintah junta Myanmar.
Selain KIA, kelompok pemberontak lainnya di Myanmar yang juga mendapatkan pasokan vaksin corona adalah Partai Kemajuan Negara Bagian Shan (SSPP). Partai itu adalah sayap politik Tentara Negara Bagian Shan-Utara (SSA-N)—yang juga berperang secara sporadis dengan militer Myanmar.
SSPP menyatakan, mereka telah memvaksinasi orang-orang di wilayah Shan dengan vaksin Covid yang dibeli dari China.
“Lebih dari 2.000 orang di dekat markas kami telah menerima sutikan (vaksin). Kami berencana untuk memvaksinasi sekitar 500.000 orang di wilayah kami,” kata petugas informasi SSPP, Mayor Sai Phone Han, kepada laman berita The Irrawaddy.
Editor: Ahmad Islamy Jamil