Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START
Advertisement . Scroll to see content

China Tak Hadiri Dialog Kesepakatan Maritim, AS: Ini Jadi Pelajaran untuk Negara Lain 

Kamis, 17 Desember 2020 - 12:55:00 WIB
China Tak Hadiri Dialog Kesepakatan Maritim, AS: Ini Jadi Pelajaran untuk Negara Lain 
Phil Davidson (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat mengecam China karena tidak ikut dalam pertemuan militer virtual tingkat tinggi pekan ini.

Komandan Pusat Komando Indo-Pasifik AS Phil Davidson mengatakan, sikap China itu merupakan contoh dari tidak menghormati kesepakatan.

"Ini harus menjadi peringatan bagi semua negara saat mereka mengupayakan kesepakatan dengan China ke depannya," kata Davidson, dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters, Kamis (17/12/2020).

China diminta berpartisipasi dalam pertemuan Military Maritime Consultative Agreement (MMCA) yang digelar pada 14-16 Desember yang berfokus pada keselamatan maritim.

Belum diketahui mengapa China menolak hadir dalam pertemuan. Sejauh ini belum ada tanggapan dari militer China atas pernyataan Davidson tersebut.

Militer AS melakukan pertemuan rutin MMCA dengan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) sejak 1998. Pertemuan tahun ini dilakukan secara virtual akibat pandemi virus corona.

"Kami tetap berkomitmen pada MMCA dan menyerukan PLA untuk mengadakan dialog MMCA secara konsisten sesuai Piagam MMCA dan tujuannya sebagai ajang dialog keselamatan operasional," kata Davidson.

MMCA diadakan untuk membahas insiden militer yang terjadi antara pasukan AS dan China, termasuk di Laut Cina Selatan.

Hubungan AS-China memburuk sampai ke titik terendah tahun ini karena berbagai masalah, mulai dari penanganan virus corona, isu Taiwan, Hong Kong, hingga muslim Uighur.

Amerika Serikat juga sejak lama menentang klaim teritorial China yang luas di Laut China Selatan dan mengirim kapal perang ke jalur perairan strategis tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut