Conan, Anjing yang Ikut Menyerang Abu Bakar Al Baghdadi Diundang ke Gedung Putih

Anton Suhartono ยท Jumat, 01 November 2019 - 13:58 WIB
Conan, Anjing yang Ikut Menyerang Abu Bakar Al Baghdadi Diundang ke Gedung Putih

Conan (Foto: Twitter/Donald Trump)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang anjing yang ikut membantu penyerangan basis militan di Idlib, Suriah, yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi.

Anjing yang disebut dalam cuitan Trump dengan nama Canon itu akan memenuhi undangan pada pekan depan. Saat ini Canon masih berada di Timur Tengah karena menjalani pemulihan akibat mengalami luka saat penyerangan.

Identitas anjing Malinois Belgia ini sempat dirahasiakan sampai Trump mengungkapnya melalui cuitan yang disertai foto.

"sekitar minggu depan," cuit Trump, merujuk pada kedatangan Conan ke Gedung Putih, seperti dilaporkan AFP, Jumat (1/11/2019).

Conan dianggap berjasa karena menunjukkan posisi Al Baghdadi yang saat itu sedang berlari ke terowongan di luara tempat persembunyiannya. Di terowongan itulah Al Baghdadi meledakkan diri menggunakan rompi bom yang turut menewaskan dua putranya.

Luka yang diderita Conan disebabkan sengatan listrik setelah dia menyentuh kabel telanjang di dalam terowongan.

Sementara itu tentara yang terluka dalam serangan itu akan mendapat medali penghargaan Purple Heart.

Tak banyak informasi mengenai kehidupan, prestasi, dan latar belakang Conan. Anjing itu merupakan veteran yang sudah mengikuti puluhan 50 misi pertempuran selama 4 tahun terakhir.

Pasukan elite Navy SEAL juga mengikutkan anjing Malinois Belgia saat serangan 2011 di Pakistan yang membunuh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.

Komandan Pusat Komando AS Kenneth McKenzie menyebut Conan sebagai anggota penting dalam pasukan.

Sementara itu pengumuman nama Conan dikeluhkan oleh pengamat keamanan nasional. Pakar keamanan ramai menyampaikan di Twitter bahwa penyebutan identitas anjing tersebut bisa membahayakan.

"Bagi mereka yang bercanda tentang nama anjing yang seharusnya dirahasiakan, sebenarnya ada alasan keamanan untuk itu. Menyebut nama anjing, berarti Anda dapat mengetahui siapa pawangnya," cuit mantan komandan pasukan angkatan darat AS di Eropa, Mark Hertling.

Dia melanjutkan, "Mengetahui pawang, maka Anda dapat mengetahui unitnya. Mengetahui unit, berarti memberi tahu Delta mana yang melakukan serangan itu."

Saat jumpa pers setelah operasi militer, Pemimpin Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley memuji anjing tersebut, namun dia menegaskan identitasnya harus tetap dilindungi.

Editor : Anton Suhartono