Covid-19 Mengganas di China, 400 Juta Lebih Warga Terdampak Lockdown
BEIJING, iNews.id - China melaporkan lonjakan kasus infeksi Covid-19 selama 3 hari berturut-turut, menembus 30.000 penderita per hari. Sepanjang Jumat (25/11/2022) terjadi penambahan 35.183 kasus, naik dibandingkan sehari sebelumnya, 32.943 penderita.
Data dari Komisi Kesehatan Nasional (NHC) yang dirilis Sabtu (26/11/2022), sebagaimana dikutip dari Reuters, mengungkap dari total penambahan 35.183 kasus infeksi, 3.474 di antaranya bergejala dan 31.709 tidak.
Dengan demikian, total kasus infeksi Covid-19 bergejala di China sejak awal wabah pada akhir 2019 adalah 304.093 orang.
NHC menyebutkan tidak ada penambahan kasus kematian pada Jumat kemarin, sehingga total korban meninggal sepanjang pandemi mencapai 5.323 orang.
Ratusan Pekerja Protes di Pabrik iPhone di China Berujung Rusuh
Data bank investasi Nomura menyebutkan, sekitar 412 juta warga 49 kota di China hidup di bawah penerapan lockdown. Angka tersebut berarti sekitar 30 persen dari populasi Negeri Tirai Bambu.
Zhengzhou, kota berpenduduk 6 juta jiwa tempat pabrik iPhone berada, di-lockdown. Penguncian itu dipicu perlawanan para pekerja pabrik iPhone terhadap petugas keamanan. Perlawanan terhadap pembatasan kebijakan Covid-19 seperti itu sangat jarang terjadi di China. Meski demikian lockdown tak berpengaruh terhadap aktivitas pabrik ponsel tersebut.
China Tutup Sekolah-Sekolah di Beijing karena Covid, Siswa Disuruh Belajar Online Lagi
Kota-kota besar lainnya juga terus berjuang untuk mengendalikan wabah, Chongqing dan Guangzhou merupakan daerah dengan lonjakan kasus terbanyak. Chongqing, kota berpenduduk 32 juta jiwa, melaporkan penambahan 7.721 kasus infeksi lokal sepanjang Jumat, melonjak hampir 20 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Guangzhou, kota berpenduduk hampir 19 juta jiwa, melaporkan 7.419 kasus baru, turun tipis dibandingkan 7.524 sehari sebelumnya.
Kasus lokal di Ibu Kota Beijing sepanjang Jumat kemarin melonjak lebih tinggi yakni 58 persen, menjadi 2.595 penderita.
Penambahan kasus infeksi merata di hampir semua provinsi di China, di mana Hebei, Sichuan, Shanxi, dan Qinghai mencatat penambahan lebih dari 1.000 kasus sepanjang hari kemarin.
Editor: Anton Suhartono