Covid, Pernikahan Yahudi Diminta Batal karena Hendak Dihadiri 10.000 Tamu
NEW YORK, iNews.id – Pihak berwenang di New York, AS, memerintahkan pembatalan pernikahan Yahudi yang hendak dihadiri lebih dari 10.000 tamu. Gubernur New York, Andrew Cuomo, menilai acara itu yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah untuk memerangi penyebaran Covid.
Kantor Sheriff Rockland County di New York sebelumnya telah memperingatkan pihak berwenang tentang pernikahan yang rencananya digelar pada Senin (19/10/2020) ini di Distrik Williamsburg, Wilayah Brooklyn.
“Kami menerima saran bahwa itu sedang terjadi, melakukan penyelidikan, menemukan bahwa kemungkinan besar itu benar. Ada rencana pernikahan besar yang melanggar aturan pertemuan dengan banyak orang,” kata Cuomo dalam jumpa pers, akhir pekan lalu.
Laporan berita yang dikutip AFP menyatakan, acara pernikahan itu diselenggarakan oleh keluarga Yahudi Ortodoks.
Aturan yang berlaku di New York untuk membendung penyebaran Covid-19 membatasi jumlah hadirin dalam pertemuan sosial tidak lebih dari 50 orang. Untuk acara keagamaan di dalam gereja atau sinagog (tempat ibadah Yahudi), batasan jumlah pesertanya adalah 33 persen dari kapasitas rumah ibadah terkait.