Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat
Advertisement . Scroll to see content

Covid, Pernikahan Yahudi Diminta Batal karena Hendak Dihadiri 10.000 Tamu

Senin, 19 Oktober 2020 - 09:27:00 WIB
Covid, Pernikahan Yahudi Diminta Batal karena Hendak Dihadiri 10.000 Tamu
Kelompok Yahudi Ortodoks antara lain dikenal karena kebiasaan kaum laki-laki mereka mengenakan setelan hitam. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id – Pihak berwenang di New York, AS, memerintahkan pembatalan pernikahan Yahudi yang hendak dihadiri lebih dari 10.000 tamu. Gubernur New York, Andrew Cuomo, menilai acara itu yang melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah untuk memerangi penyebaran Covid.

Kantor Sheriff Rockland County di New York sebelumnya telah memperingatkan pihak berwenang tentang pernikahan yang rencananya digelar pada Senin (19/10/2020) ini di Distrik Williamsburg, Wilayah Brooklyn.

“Kami menerima saran bahwa itu sedang terjadi, melakukan penyelidikan, menemukan bahwa kemungkinan besar itu benar. Ada rencana pernikahan besar yang melanggar aturan pertemuan dengan banyak orang,” kata Cuomo dalam jumpa pers, akhir pekan lalu.

Laporan berita yang dikutip AFP menyatakan, acara pernikahan itu diselenggarakan oleh keluarga Yahudi Ortodoks.

Aturan yang berlaku di New York untuk membendung penyebaran Covid-19 membatasi jumlah hadirin dalam pertemuan sosial tidak lebih dari 50 orang. Untuk acara keagamaan di dalam gereja atau sinagog (tempat ibadah Yahudi), batasan jumlah pesertanya adalah 33 persen dari kapasitas rumah ibadah terkait.

Penasihat Cuomo, Elizabeth Garvey, mengatakan kepada wartawan bahwa ada lebih dari 10.000 orang berencana menghadiri pernikahan Yahudi itu.

“Anda boleh menikah, tapi tidak diperkenankan mendatangkan seribu orang di pernikahan Anda,” kata Cuomo.

New York adalah pusat wabah Covid-19 di Amerika Serikat pada musim semi. Di kota itu, ada lebih dari 23.800 orang meninggal dunia akibat terjangkit virus corona sampai hari ini.

New York berhasil mengendalikan krisis pandemi dengan meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Akan tetapi, dalam beberapa pekan terakhir, proporsi hasil tes positif Covid-19 di kota itu telah meningkat kembali, terutama di distrik-distrik dengan komunitas besar Yahudi Ortodoks.

Minggu lalu, Cuomo memerintahkan penutupan bisnis nonesensial di distrik-distrik itu dan membatasi hanya 10 orang yang dapat berada di sinagog pada waktu yang sama. Sekolah-sekolah juga ditutup karena wabah.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut