Cuaca Esktrem Landa Pakistan dan Afghanistan, Lebih dari 80 Orang Tewas

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 17:32 WIB
Cuaca Esktrem Landa Pakistan dan Afghanistan, Lebih dari 80 Orang Tewas

Warga berjalan saat hujan salju lebat di Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan di barat daya Pakistan. (Foto: AP / Arshad Butt)

ISLAMABAD, iNews.id - Longsor, banjir, dan cuaca musim dingin menewaskan lebih dari 80 orang di seluruh Pakistan dan Afghanistan dalam beberapa hari terakhir. Saat ini pihak berwenang berjuang menjangkau orang-orang yang terdampar akibat hujan salju lebat.

Setidaknya 42 orang tewas dan 21 luka-luka di seluruh Pakistan, dengan beberapa masih hilang; sementara 39 orang lagi tewas di Afghanistan, menurut pejabat di kedua negara.

Perkiraan cuaca menunjukkan bahwa suhu dan situasi semakin buruk.

Kepala otoritas manajemen bencana negara, Nouman Raja, mengatakan Kashmir Pakistan merupakan yang paling parah dilanda cuaca buruk, di mana 23 orang tewas dan 10 lainnya hilang.

Di Lembah Neelum yang indah namun penuh konflik di Kashmir, salju lebat memicu salju longsor yang menewaskan sedikitnya 14 orang.

Pihak berwenang menutup sekolah, sementara beberapa jalan raya dan jalan ditutup di daerah pegunungan utara.

Di tenggara di Provinsi Balochistan, setidaknya 19 orang tewas.

"Sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak," kata kata Mohammad Younus, seorang pejabat dengan otoritas manajemen bencana provinsi, kepada AFP.

Dia mengatakan ratusan orang masih terlantar.

Juru bicara Otoritas Penanggulangan Bencana Alam, Ahmad Tamim Azimi, mengatakan di seberang perbatasan di Afghanistan, lebih dari 300 rumah hancur atau sebagian rusak di seluruh negeri.

"Bidikan dingin, hujan salju lebat dan hujan yang mulai dua minggu lalu telah menyebabkan kerusakan," katanya.

Sebagian besar korban, kata dia, tewas disebabkan setelah atap runtuh di bawah salju tebal.

Wilayah yang paling terdampar adalah provinsi selatan Kandahar, Helmand, Zabul, dan Herat barat.

Di Herat, tujuh orang -semua anggota keluarga yang sama dan termasuk anak-anak- meninggal ketika atap mereka ambruk.

Musim dingin yang dahsyat sering kali menelan banyak korban di pegunungan Afghanistan. Negara itu tetap miskin meski ada miliaran dolar bantuan dari komunitas internasional.


Editor : Nathania Riris Michico