Daftar Negara Pemasok Senjata ke Ukraina, Ada yang Berasal dari Penggalangan Dana
JAKARTA, iNews.id - Daftar negara pemasok senjata ke Ukraina berikut masih terus mengirim perlengkapan militernya ke Kiev. Senjata yang mereka kirim pun beragam jenisnya.
Terhitung sejak 24 Februari lalu, Rusia mulai menginvasi Ukraina. Dari kabar terbaru, mengutip The Times of India, Rusia juga menyerang infrastruktur Ukraina.
Serangan rudal yang menghancurkan lima stasiun kereta api dilakukan setelah pejabat tinggi Pertahanan Amerika Serikat diketahui melakukan kunjungan rahasia dengan kereta ke ibu kota Ukraina.
Baru-baru ini, Rusia juga memberi peringatan pada AS untuk tidak lagi mengirimkan senjata ke Ukraina. Ultimatum tersebut disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov di saluran TV Rossiya 24.
Memang sejak Rusia menyatakan perang dengan Ukraina, banyak negara berbondong-bondong memberikan bantuan kemanusiaan maupun pasokan persenjataan untuk membantu pertahanan pasukan. Dengan kekuatan militer Rusia yang menduduki posisi kedua di dunia, sedangkan Ukraina berada di di posisi ke-22 berdasarkan pemeringkatan oleh Global Firepower, tentu ketimpangan tersebut bisa menjadikan kekalahan telak bagi pihak Ukraina.
Berikut daftar negara pemasok senjata ke Ukraina:
Presiden AS, Joe Biden mengesahkan pemberian dana sebesar 800 juta dola AS atau sekitar Rp11,4 triliun untuk bantuan militer Ukraina, pada Kamis (21/4/2022) lalu. Bantuan tersebut berupa persenjataan sistem artileri, peluru, artileri, helikoper, dan pengangkut personel lapis baja.
Beberapa persenjataan yang dipasok Amerika Serikat antara lain, 1.400 sistem rudal anti-pesawat Stringer, 5.100 rudal anti-tank Javelin, 3 kapal patroli, 16 helikopter Mi-17, 4 radar pelacak artileri, 2.000 senjata anti-armor ringan, 300 peluncur granat dan amunisi, 600 senapan, 600 senapan mesin, 1.000 pistol. Selain itu, AS juga mengirim 55.000 set pelindung tubuh, 55.000 helm, 40 juta butir peluru senjata ringan, 1 juta butir peluru granat, mortir, dan artileri, 170 Humvee, 6.000 sistem anti-armor AT-4, 400 drone Switchblade, 18 Howitzer 155mm dengan 40.000 peluru artileri, 200 pengangkut personel lapis baja M113, 10 radar kontra-artileri, 2 radar pengawasan udara, serta peralatan pelindung kimia, biologi, radiologi, dan bahan bakar peledak C-4 yang tidak disebutkan jumlahnya.
Inggris memasok sekitar 6.000 rudal pertahanan ke Ukraina. Dana yang dikeluarkan untuk bantuan tersebut mencapai 30 juta poundsterling atau setara 40 juta dolar AS, yang digunakan untuk memfasilitasi liputan BBC di kawasan Ukraina dan biaya untuk tentara serta pilot negara tersebut.
Mengutip Antara, Menteri Inggris, Boris Johnson melakukan kerja sama dengan sekutu-sekutu di NATO dalam upaya meningkatkan dukungan militer dan ekonomi Ukraina.

Adapun senjata yang dikirimkan Inggris berupa 10.000 rudal jarak pendek, 10.000 rudal anti-tank, kendaraan lapis baja Saxon, sistem pertahanan udara Sky Saber, pelindung tubuh, dan kacamata penglihatan malam.