Dalam Sebulan, 17 Orang di Afrika Selatan Tewas akibat Kesalahan Proses Khitan

Anton Suhartono ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 06:15 WIB
Dalam Sebulan, 17 Orang di Afrika Selatan Tewas akibat Kesalahan Proses Khitan

17 anak laki-laki di Afsel meninggal dalam sebulan akibat praktik khitan ilegal (Foto: AFP)

CAPE TOWN, iNews.id - Sebanyak 17 orang meninggal akibat kesalahan dalam proses khitan di Afrika Selatan sejak Juni 2019. Musim dingin pada Juni marak praktik khitan di Afrika Selatan sebagai proses adat, namun tak semua prosesnya dilakukan sesuai standar medis.

Semua korban meninggal berlasal dari Provinsi Cape Timur, wilayah di mana praktik khitan ilegal marak.

Departemen Tata Kelola dan Urusan Adat Afrika Selatan (COGTA) memberikan perhatian lebih terhadap Cape Timur.

Sejauh ini, lembaga penegak hukum menyelamatkan lebih dari 100 orang korban praktik khitan ilegal yang berlangsung di sekolah-sekolah provinsi tersebut.

Juru Bicara COGTA Mamnkeli Ngam, dikutip dari Bernama, Senin (8/7/2019), mengatakan, departemen akan memastikan orang-orang di balik praktik khitan ilegal mempertanggungjwabkan atas kasus kematian akibat ulah mereka. Ini juga sebagai pesan kuat bagi siapa saja yang membuka praktik khitan ilegal.

Ngam mengatakan, sejauh ini ada 24 kasus yang dibawa ke pengadilan.

"Kami bekerja sama dengan NPA (Otoritas Kejaksaan Nasional), mengungkap kasus ini secara ketat, sehingga semua yang ditangkap akan disidang secara terbuka dan adil serta mendapatkan hukuman yang sesuai," katanya.

Khitan dipandang sebagai praktik suci di Afrika, menandai transisi dari laki-laki yang masih anak-anak ke dewasa.

Setiap tahun, puluhan anak laki-laki meninggal dan banyak lagi dirawat di rumah sakit di Afrika Selatan sebagai akibat kesalahan dalam prosesnya. Dalam 10 tahun terakhir, khitan ilegal menyebabkan lebih dari 1.000 anak mengalami cacat alat kelamin.

Editor : Anton Suhartono